Hangat-Dingin Menyambut Ronaldo

Hangat-Dingin Menyambut Ronaldo

- Sepakbola
Rabu, 31 Jan 2007 13:19 WIB
Hangat-Dingin Menyambut Ronaldo
Milan - Kedatangan Ronaldo ke AC Milan tentu disambut hangat fans Rossoneri. Tapi di sisi kota yang lain, luka lama tifosi Inter Milan terhadap si Fenomenal justru kembali terbuka. Inilah kali kedua Ronaldo mencari nafkah di kota Milan. 10 tahun lalu, ia untuk kali pertama menjejakkan kakinya di kota mode itu setelah Inter memboyongnya dari Barcelona dengan banderol 25 juta euro.Sialnya setelah membayar mahal-mahal, Nerazzurri tak bisa banyak merasakan kehebatan Ronaldo. Soalnya selama merumput di San Siro dalam kurun 1997-2002, pemain yang juga sempat berseragam PSV Eindhoven dan Cruzeiro itu lebih banyak dibebat cedera, ia malah sempat menjalani operasi di lutut kanannya.Alhasil cuma 68 kali ia membela Inter dalam selang lima musim itu dengan jumlah gol yang cuma 49. Tapi bukan itu yang membuat petinggi Inter dan seluruh pendukungnya menyimpan amarah pada striker Brasil itu.Ronaldo yang baru pulih dari cedera ternyata tampil memikat di Piala Dunia 2002 dan mengantar tim Samba meraih gelar juara dunia yang kelima. Saat berada dalam kondisi puncak itulah striker kelahiran 22 September 1976 itu memilih hengkang dari Inter dan bergabung dengan Real Madrid. Inilah yang kemudian membuat Inter berang. Mereka pun menjulukinya 'Judas' karena dianggap mengkhianati klub dengan tetap menerima gaji dan mendapat perawatan penuh saat mengalami cedera, namun langsung angkat kaki begitu kondisinya pulih."Dia kembali ke sisi kota yang salah. Itu tidaklah bagus. Transfer seperti ini bisa saja terjadi dalam kondisi sepakbola seperti ini. Saya akui saya tidak menyukainya. Saya harap kesepakatan tersebut gagal."Ucapan Massimo Moratti beberapa hari lalu itu menggambarkan betapa masih besarnya rasa benci Nerrazurri pada Ronaldo. Beberapa fans Inter bahkan bertindak lebih brutal dengan mengibarkan spanduk yang mecela Ronaldo sebagai "badut" saat menghadapi Empoli di Coppa Italia beberapa waktu lalu.Tapi dari kubu Inter masih ada yang menyambut Ronnie -- panggilan akrab Ronaldo -- dengan tangan terbuka. Gigi Simoni yang sempat melatih Ronaldo di tahun pertamanya bersama Inter justru menyerang sikap yang ditunjukkan petinggi dan fans Inter terhadap Ronaldo dengan menyebut mereka telah menerapkan standar ganda."Itu membuat saya tertawa saat mendengar orang bicara soal pengkhianatan. Kenapa orang tak berbicara soal (Andrea) Pirlo atau (Clarence) Seedorf, yang merupakan salah satu pemain terbaik kami dalam 10 tahun terakhir tapi diperbolehkan pergi ke Milan," sahut Simoni seperti diberitakan Reuters, Rabu (31/1/2007).Di kubu AC Milan, sambutan hangat tentu didapat Ronaldo. Kedatangannya diharapkan bisa menambah ketajaman barisan striker Milan yang musim ini seret mencetak gol."Hingga saat ini Ronaldo telah memberi banyak pengaruh pada saya. Saya selalu ingin bermain dengannya. Dia seorang juara. Dia pemain terbaik yang pernah saya hadapi setelah (Diego) Maradona," sahut Maldini menyambut kedatangan Ronaldo.Mampukah Ronaldo mengangkat performa Milan musim ini memang masih harus ditunggu, namun derby della Madonnina dipastikan bakal makin panas dengan kedatangannya. (din/a2s)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads