Polisi Tewas
Presiden Catania Mundur
Sabtu, 03 Feb 2007 10:55 WIB
Catania - Catania mencoreng wajah persepakbolaan Italia setelah suporternya membuat kerusuhan yang berujung kematian seorang polisi. Presiden Catania pun segera meletakkan jabatan. Kerusuhan suporter merebak di luar Stadion Massimino pasca kekalahan atas Palermo 1-2 dalam derby Sisilia, Sabtu (3/2/2007) dinihari WIB. Namun tidak hanya melakukan perusakan, suporter Catania juga membunuh Filippo Raciti. Polisi malang berusia 38 tahun itu tewas dalam perjalanan ke rumah sakit setelah terkena bom molotov suporter.Atas kejadian itu Catania telah menyatakan penyesalan mendalam. "Kami minta maaf, namun sungguh sulit memikirkan soal sepakbola saat ini. Perhatian kami tercurah pada keluarga Kepala Inspektur Raciti," demikian yang terbaca dalam situs resmi Catania.Sementara sebagai bentuk tanggung jawab, Presiden Catania, Antonio Pulvirenti melepas jabatannya. "Semestinya tidak boleh ada sepakbola di Catania, karena dengan kejadian seperti itu sepakbola sudah menjadi debu. Seseorang tewas dan sudah tidak ada artinya membicarakan sepakbola," sesalnya seperti dikutip Channel4. "Saya sangat sedih atas semua kejadian ini dan saat ini saya ingin berhenti. Saya tidak bisa mundur begitu saja karena persoalan administrasi, tapi mulai malam ini (dini hari WIB) olahraga ini sudah tidak cocok buat saya," tukas Pulvirenti. Pulvirenti menyusul Direktur Catania Pietro Lo Monaco yang terlebih dulu mundur. Namun ada kesan kalau Pulvirenti ditekan untuk mundur, karena sebelumnya ia sempat membela suporter Catania dan menyalahkan provokasi suporter Palermo.Akibat peristiwa memilukan itu, seluruh pertandingan di seluruh kompetisi di Italia pun ditunda. FIGC (PSSI-nya Italia) juga membatalkan pertandingan persahabatan Italia dengan Belgia dan Rumania. (mel/mel)










































