Materazzi Senang Dibenci
Kamis, 22 Mar 2007 12:06 WIB
Milan - Provokator, pemain licik dan sederet cap buruk lainnya pernah diterima Marco Materazzi. Tapi selama berprestasi, bek Inter Milan itu tidak keberatan dibenci. Materazzi membuat orang geram di final Piala Dunia 2006. Zinedine Zidane, mantan gelandang Real Madrid yang dikenal cukup santun, menjadi beringas dan menanduk dada Matrix --panggilan Materazzi-- setelah termakan provokasinya. Di Italia, Matrix sudah cukup dikenal sebagai provokator ulung. Ketika meladeni Sampdoria dalam lanjutan Seri A musim ini, dia bahkan harus berdarah-darah setelah menerima tandukan dari pemain Il Samp. Menurut klaim Gennaro Delvecchio --sang pelaku-- dia melakukannya karena terprovokasi hinaan Matrix.Cap buruk itu tidak pelak membuat bek yang ikut membawa Italia menjadi juara dunia di Jerman itu dibenci lawan. Walau demikian dia tidak merasa perlu untuk mengubah perangainya. "Saya pernah, memang dan akan selalu dibenci orang. Tetapi itu tidak mengapa sepanjang saya menjadi pemenang," sahut bek 33 tahun itu seperti dikutip Channel4. Seperti kebetulan kebencian orang kini menular ke klubnya, Inter. Menurut Matrix gara-garanya adalah pencopotan gelar Juventus yang diberikan pada klubnya karena skandal calciopoli. Tetapi lagi-lagi dia menganggapnya masalah sepele karena Nerazzurri memang layak juara mengingat dominasinya musim ini. "Tahun ini semua orang mencoba menyudutkan kami, tetapi di lapangan kami membungkam mulut mereka," sambungnya. Kebencian terhadap Inter bahkan berujung ancaman yang diterima sang pemilik, Massimo Moratti. Baru-baru ini dia menerima paket yang terdiri dari sarung pistol dan peluru. Sebelumnya, Moratti juga mengaku mendapat telepon bernada ancaman. Soal paket ancaman itu Matrix meyakini bahwa itu hanya lelucon, walau tidak bisa menyembunyikan perasaan was-was. "Saya berharap itu hanya sebuah lelucon yang bodoh. Moratti adalah salah satu orang yang paling bersih di sepakbola kita (Italia), tetapi kadang hal-hal seperti itu tidak ada hubungannya dengan sepakbola. Mereka cuma umpan," tandasnya. (mel/din)










































