Jelang Liga Italia
Seri A Musim ini Beda
Kamis, 23 Agu 2007 10:09 WIB
Jakarta - Calciopoli dan imbas-imbasnya sudah jadi masa lalu yang hitam buat persepakbolaan Italia. Seri A musim ini menjanjikan sesuatu yang berbeda dan layak diikuti baik-baik.Musim lalu pamor Liga Italia melorot jauh. Tampilnya squadra azzurri sebagai juara dunia 2006 tidak menyembuhkan kompetisi lokal mereka. Bahwa Piala Dunia dilakukan empat tahun sekali, tapi kompetisi domestik bergulir saban minggu setiap tahun. Tidak ada yang menyangkal, Seri A termasuk salah satu kompetisi paling atraktif di dunia. Namun mafioso telah merusaknya, dan dua musim lalu sangat mencolok dan kali itu publik sudah tak mungkin dikelabui.Musim lalu kompetisi tetap bergulir, tapi persaingan di papan atas nyaris tak ada. Tanpa Juventus yang dilempar ke Seri B serta AC Milan yang dikebiri poinnya sejak pekan pertama, Inter berlari tanpa lawan. AS Roma juga tak cukup kuat untuk menghambat lagi Gli Nerazzurri, yang kemudian keluar sebagai juara jauh sebelum musim berakhir.Hukuman sudah dijalani, babak baru harus dimulai lagi. Juventus sudah kembali ke habitat aslinya, dan semua kontestan akan melakukan start berbarengan, mulai akhir pekan ini, mulai dari poin nol. Semestinya kompetisi akan kompetitif lagi.Kecuali masalah itu, Seri A tetaplah menawarkan pesona seperti biasa: permainan ala Negeri Pizza dan bintang-bintang dunia yang beredar di sana. Setiap klub sudah membangun skuadnya untuk mencapai prestasi terbaik di kelasnya masing-masing.Sejauh ini Inter cenderung paling dijagokan. Secara mental mereka makin siap menjadi juara karena sudah dua musim berturut-turut menyandang titel scudetto. Sebelum itu Massimo Moratti frustasi berat karena tim ini tak pernah juara selama satu dekade.Dari jumlah pemain, Inter seperti memiliki dua tim yang sama bagusnya. Christian Chivu dan David Suazo adalah dua figur utama yang paling dibanggakan Roberto Mancini dalam aktivitasnya di bursa transfer.Yang menandingi Inter di pasar pemain hanya Juventus. Gelandang top Portugal Tiago didatangkan bersama eks bintang Bayern Munich Hasan Salihamidzic, striker Italia Vincenzo Iaquinta, bek Portugal Jorge Andrade dan defender Republik Ceko Znedek Grygera. Mereka akan ditangani pelatih kawakan Ranieri 'The Tinkerman' Ranieri. Milan masih mempertahankan skuad "tua"-nya, bahkan menambahkannya dengan Ibrahim Ba dan Emerson, yang baru tadi malam resmi digaet dari Real Madrid. Adapun bintang masa depan Brasil, Pato, baru bisa dimainkan mulai paruh kedua. Roma juga setali tiga uang. Hanya ada tiga nama beken yang dibawa ke Olimpico, yaitu Juan, Ludovic Giuly, dan Cicinho. Selebihnya, Luciano Spalletti masih mengandalkan Francesco Totti, Amantino Mancini, Max Tonetto, Daniele de Rossi, Matteo Ferrari, dan Philippe Mexes.Di bawah keempat klub elit tersebut, persaingan di antara para kuda hitam juga menarik untuk dinantikan. Lazio musim lalu telah merintis jalan kembali masuk jajaran elit, Fiorentina juga demikian. Namun La Viola kehilangan salah satu pemain terbaiknya, Luca Toni.Tim-tim medioker yang bisa mengganjal tetaplah Palermo, Livorno, dan Sampdoria dengan Antonio Cassano-nya. Torino, Genoa dan Napoli pun akan mengadu nasibnya apakah musim ini hanya numpang lewat ke Seri A, atau bisa bertahan lebih lama.Jadi, Seri A sudah kembali dan layak diikuti sampai habis. Untuk fans Indonesia, yang menyiarkan langsung pertandingan adalah stasiun televisi Trans7. Foto: Pavel Nedved dengan kostum baru Juventus. (juventus.com) (a2s/krs)











































