Juve Baru, Trezegol Baru

Juve Baru, Trezegol Baru

- Sepakbola
Selasa, 28 Agu 2007 10:39 WIB
Juve Baru, Trezegol Baru
Turin - Juventus sudah keluar dari era kegelapan dan David Trezeguet telah terbebas dari rasa tidak bebas. Bianconeri kembali ke jalur juara, Trezegol tak berkurang ketajamannya."Si Nyonya Tua" mengawali comeback-nya ke Seri A -- setelah dijebloskan ke sel Seri B gara-gara skandal memalukan calciopoli musim lalu -- dengan cerah. Di pertandingan pertamanya raksasa Turin itu menang telak 5-1 atas Livorno.Jelas ini merupakan isyarat bahwa Juve siap tancap gas untuk menancapkan lagi kekuasaannya di "Negeri Pizza", sebagaimana Trezeguet bakal mengancam striker-striker Seri A musim ini.Dengan tiga gol yang dibuatnya di jala Livorno, bomber Prancis itu seakan berteriak lantang untuk dua hal: "Juve siap bersaing, saya mampu jadi topskor!"Juventini pasti sangat bersyukur dengan keputusan klubnya membeli Trezeguet dari AS Monaco pada musim panas 2000. Sejak itu, selama tujuh musim, ia seperti tak pernah kehabisan gol. Rata-rata Trezeguet membukukan 20 gol per musim, dan di musim 2001/2002 ia meraih predikat Capocanonnieri alias topskor dengan 24 gol (bersama Dario Hubner). Dengan koleksi lebih dari 140 gol pria keturunan Argentina itu menjadi pemain asing paling subur yang pernah membela Juventus. Namun karir Trezeguet di Turin bukan tanpa gejolak, sebagaimana ia berkali-kali diisukan akan pindah. Puncaknya terjadi di akhir musim lalu. Di pertandingan terakhir Seri B, sehabis mencetak gol ke gawang Spezia, ia membuat isyarat angka 15 dengan jarinya -- jumlah gol yang ia ukir di musim itu -- ke arah presiden Juve. Ia juga membuat bahasa tubuh yang di Italia berarti "Saya keluar dari sini!"Itulah klimaks ketidaksenangan Trezeguet karena merasa tidak dihargai lebih layak oleh klub. Akhirnya direksi berhasil meredam gejolak batin pemain berusia 29 tahun itu dan memberinya kontrak baru sampai 2011. "Waktu itu saya sudah ditunjuk (melatih) dan kaget dengan isyarat dia. Dari pertemuan kami di ruang ganti, saya punya gagasan-gagasan yang sangat berbeda tentang dia. Mungkin dia menyangka dia tidak masuk ke dalam rencanaku. Padahal tidak demikian, dan Anda bisa melihatnya sekarang," tutur pelatih Claudio Ranieri. Kini 'Trezegol' -- julukan fans Juve buat Trezeguet -- boleh melupakan riak-riak itu, dan menatap lagi masa depan cerah yang sedang menanti, baik untuk dirinya maupun Juventus. "Kami adalah sebuah kesatuan dan telah kembali," cetusnya. "Tim-tim yang lebih besar akan memberi kami ujian lebih penting, tapi kami akan berusaha menjadi juara dan kami sangat percaya diri." (a2s/krs)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads