Pengakuan Polisi Pelepas Tembakan
Senin, 12 Nov 2007 18:25 WIB
Roma - Aparat polisi yang telah menyebabkan nyawa Gabriele Sandri melayang karena peluru nyasar mengaku sama sekali tidak ada unsur kesengajaan dalam insiden itu. Meski begitu, dia tetap merasa amat bersalah.Seperti dikabarkan sebelumnya, Sandri menghembuskan nafas terakhir usai lehernya terkena peluru nyasar ketika polisi mencoba melerai perselisihan antara dua kelompok di kawasan Arezzo.Sampai saat ini, polisi yang diduga kuat telah melepaskan tembakan fatal tersebut dikabarkan masih menjalani pemeriksaan. Dari hasil investigasi sementara, terungkap kalau opsir tersebut memang telah melepaskan dua tembakan, di mana salah satunya besar kemungkinan menjadi penyebab kematian Sandri."Saya tidak mengarahkan (pistol) ke mana pun, saya tidak membidik siapa pun. Tembakan pertama saya lepaskan ke udara dan yang kedua ketika saya sedang berlari," tukas polisi yang tidak disebut namanya itu kepada Corriere della Serra, Senin (12/11/2007).Meski hanya kecelakaan, nyawa seorang pria telah melayang di mana seorang lagi harus bersiap menghadapi sanksi. "Kini saya telah menghancurkan dua keluarga, milik pria itu dan juga saya," lirih sang polisi.Foto: Cristiano Sandri yang merupakan saudara Gabriele Sandri terlihat menangis bersama seorang temannya di depan mobil tempat tertembaknya Gabriele. (krs/din)











































