Tifosi garis keras Inter dan Milan, atau yang biasa disebut Ultras, merencanakan aksi diam seribu bahasa di laga tersebut. Tujuan dari aksi tersebut adalah untuk memprotes rencana diperbesarnya undang-undang antiholiganisme.
"Sebuah derby tanpa kebebasan untuk berekspresi tidak pantas mendapat sambutan dari kami," demikian pernyataan yang dirilis oleh kelompok Curva Nord Milano 1969 dan Surva Sud Milan, seperti dikutip Football Italia, Minggu (23/12/2007).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak hanya aksi diam, kelompok suporter dua tim Milan ini juga akan absen menyemarakkan stadion dengan banner, atau bahkan hal-hal lain yang membuat derby Milan ini disebut sebagai even spektakuler.
Kerusuhan beberapa waktu lalu, yang mengakibatkan satu korban meninggal di kubu suporter, yaitu Gabriele Sandri, adalah sumber dari aksi ini. Otoritas Italia memang membuat keputusan yang sedikit memberatkan kelompok suporter, seperti larangan tifosi untuk mengikuti tim kesayangannya bertandang hingga larangan memasang banner.
(ian/ian)










































