Memasuki tahun keduanya bersama Milan, Gourcuff memang belum dapat porsi bermain yang cukup besar. Total baru 26 kali dia bermain untuk Rossoneri di semua kompetisi dengan sumbangan dua gol.
Statistik tersebut terbilang mengecewakan mengingat gelandang serang 21 tahun itu sempat digadang-gadang sebagai salah satu midfielder muda terbaik Prancis. Tak mengherankan kalau kemudian muncul isu yang menyatakan dirinya akan hengkang dari San Siro dengan Arsenal menjadi kandidat kuat klub selanjutnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Debut eks pemain Rennes itu bersama Milan sebenarnya terbilang sangat baik karena langsung ditandai dengan gol yang dicetaknya ke gawang AEK Athens di Liga Champions. Namun deretan pemain top yang menghuni lini tengah Milan membuat pemuda kelahiran 11 Juli 1986 itu lebih sering masuk lapangan di penghujung pertandingan sebagai pemain pengganti.
"Saat liga kembali bergulir kami akan menghadapi banyak pertandingan dalam wakyu singkat dan mungkin saja beberapa pemian yang jarang diturunkan akan mendapat kesempatan kali ini," lanjut anggota timnas Prancis U-21 itu.
"Bermain di AC Milan lebih sulit karena Anda harus selalu menang, dan untuk menang Anda harus bermain dengan baik. Klub ini memberi saya kesempatan untuk terus tumbuh dan berkembang," simpul Gourcuff. (din/ian)











































