Kok Masih Begini, Milan, Juve?

Kok Masih Begini, Milan, Juve?

- Sepakbola
Kamis, 24 Jan 2008 14:14 WIB
Kok Masih Begini, Milan, Juve?
Jakarta - Kalau kemenangan masih saja dibuntuti dengan kekalahan, itu tak banyak artinya. AC Milan tentu membuat tifosinya gregetan, mirip-mirip dengan suporter Juventus.

Catatan permainan Milan di kompetisi domestik jelas menunjukkan tim ini sedang bermasalah. Posisinya di klasemen sementara Seri A pun menguatkan itu. Aneh rasanya jika tim sekaliber Milan, sang juara Eropa enam kali, plus juara dunia 2007, berlama-lama tiada di papan atas.

Gennaro Gattuso dkk sempat memulai Tahun Baru dengan kemenangan 5-2 atas Napoli, sekaligus memperkenalkan seorang pemuda bernama Alexandre Pato. Tapi tiga hari kemudian mereka malah tersingkir dari ajang Copa Italia, di tangan klub gurem Catania.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Minggu lalu Milan bisa menang lagi walaupun skornya pas-pasan: 1-0 atas Udinese. Tapi baru saja fansnya bernafas lega, lagi-lagi pasukan Carlo Ancelotti menemui kegagalan. Tadi malam mereka dipecundangi Atalanta 2-1.

Menghadapi Genoa akhir pekan ini, Minggu (27/1/2007) di San Siro, Ancelotti pasti tahu apa risikonya jika tak menang lagi. Ini bukan soal dirinya dibayang-bayangi isu akan diganti Jose Mourinho, tapi lebih bagaimana Milan sepatutnya ia katrol lagi ke atas. Ini bukan hanya soal reputasi, tapi juga bagaimana Milan bisa menembus zona Liga Champions untuk musim depan.

Trio "Kaparo" (Kaka-Pato-Ronaldo), yang dielu-elukan saat melawan Napoli, perlu membuktikan lagi kepada publik bahwa mereka lahir tidak dalam satu partai saja. Inti dari semuanya, Milan masih punya pekerjaan rumah besar yang belum terpecahkan masalahnya.

Genoa sendiri tak akan mudah dikalahkan. Indikasinya, Rossoblu selalu berhasil meraih angka penuh dalam tiga pertandingan terakhir mereka. Sedikit keuntungan untuk Milan, striker andalan mereka, Julio Cesar Leon, dan bek Domenico Criscito akan absen karena sanksi akumulasi kartu.

Situasi yang tak enak juga beredar di markas Juventus. Claudio Ranieri belum bisa menjadikan Juve yang sekarang seperti Juve yang dulu sebelum didegradasi ke Seri B. Walaupun bertengger di peringkat tiga klasemen, tapi mereka tidak mendominasi permainannya dengan kemenangan.

Dari 19 kali bertanding di Seri A, Alessandro del Piero dkk baru menang 10 kali dan mampu ditahan lawan-lawannya tujuh kali. Contohnya, tiga dari empat laga terakhir "Si Nyonya Tua" juga berakhir dengan angka sama.

Seperti dinihari tadi, Juve hanya bisa bermain 2-2 melawan Inter, sementara lawannya itu tampil dengan 10 pemain sejak menit ke-8 (!). Sudahpun begitu "Si Zebra" juga kebobolan dua gol lebih dulu sebelum menyamakannya di 11 menit terakhir.

Minggu ini Juventus mencoba peruntungannya lagi di kandang Livorno, yang dalam sembilan partai terakhirnya tak pernah kalah. Seri lagi apalagi kalah jelas bukan hal yang ingin dilihat oleh para Juventini.

Sementara itu Inter Milan akan menghadapi partai tandang melawan Udinese di stadion Friuli. Penampilan kurang meyakinkan yang diperlihatkan Zlatan Ibrahimovic cs pekan lalu -- menang 3-2 di menit-menit terakhir melawan Parma -- bisa menjadi peringatan tersendiri bagi tim berkostum biru-hitam itu bahwa belum terkalahkan bukan berarti tidak mungkin kalah.

Jika lengah dan menganggap remeh lawan, bukan tidak mungkin mereka akan tersandung juga. Posisi di puncak klasemen memang takkan berubah, tapi boleh jadi jaraknya dirapatkan oleh AS Roma di urutan kedua, yang pekan ini kedatangan Palermo di Olimpico.

Kapten Il Lupo, Francesco Totti, sudah menyuarakan pendapatnya bahwa cepat atau lambat Inter akan tergelincir dan posisinya akan diambil alih oleh Roma. Bahkan Totti yakin Roma akan meraih scudetto di akhir musim dengan melangkahi Inter.

(a2s/din)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads