Penalti pertama didapat Inter di menit 34, yang dieksekusi dengan baik oleh Zlatan Ibrahimovic. Hadiah tendangan 11 meter itu diberikan wasit yang menganggap Ighli Vanucchi handball di kotak terlarang dalam sebuah perebutan bola.
Insiden tersebut memicu kontroversi karena dalam rekaman video tampak bola hanya mengenai muka atau kepala Vanucchi, bukan tangannya. Ternyata hal itu diakui pula oleh pelatih Inter, Roberto Mancini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Insiden-insiden inilah yang mengubah sebuah pertandingan. Anda tak bisa membiarkan hal ini, sebagaimana saya meragukan Vanucchi sengaja berniat menghalau bola dengan tangannya. Dalam kasus itu, si pemain bermaksud mempertahankan dirinya dan bukan pelanggaran."
Yang tak kalah menarik adalah seputar penalti untuk Empoli di menit-menit akhir babak kedua, yang dialgojoi Luca Saudati tapi dapat diblok kiper Julio Cesar. Jika Mancini tidak menganggap keputusan itu pantas, Marco Materazzi lebih jujur.
Dia mengakui bahwa apa yang dilakukannya terhadap Saudati memang tergolong pelanggaran. Itu sebabnya bek Italia itu tampak tidak melakukan protes.
"Empoli ? Kalau saya harus jujur, ya, itu penalti. Saya dapat bola, dia merebutnya, lalu saya menjatuhkan dia. Kalau saja yang jadi wasit, saya pasti akan memberikan penalti," tuturnya kepada Italia Uno.
Seperti diketahui, Inter memenangi partai di San Siro itu dengan gol tunggal Ibrahimovic tersebut. Diusirnya Patrick Vieira di babak pertama pun menjadi perhatian tersendiri karena untuk kali ketiga dalam empat pertandingan Inter kehilangan satu pemain -- tapi tidak kalah, malahan menang.
"Saya tak tahu apa yang dikatakan Patrick pada wasit. Tapi menurut saya kartu kuning pertama buat dia tidaklah pantas," tambah Mancini.
"Kalau jumlah pemain kami utuh, kami pastinya takkan mendapatkan banyak masalah dan bisa mencetak gol lebih banyak lagi," pungkasnya.
(a2s/a2s)











































