Inter dan Kontroversi Wasit

Inter dan Kontroversi Wasit

- Sepakbola
Senin, 04 Feb 2008 10:02 WIB
Inter dan Kontroversi Wasit
Jakarta - Prasangka bahwa wasit cenderung sering memihak klub-klub besar sepertinya sulit dihilangkan. Di Italia rupanya selalu ada insiden yang menjadi atau dijadikan kontroversi.

Adalah Inter Milan yang sedang dijadikan bulan-bulanan seputar keputusan-keputusan wasit yang memimpin pertandingan mereka, hal mana kemudian dijadikan sasaran empuk buat rival-rivalnya untuk menyerang juara dua musim berturut-turut itu.

Perdebatan menyengit ketika Inter memperoleh hadiah penalti di waktu yang krusial dalam pertandingan melawan Parma dua pekan lalu. Banyak orang merasa heran dengan keputusan tersebut, walaupun pemain yang menyebabkan insiden tersebut, Fernando Couto, mengakui dirinya handball di kotak penalti timnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kejadian di Giuseppe Meazza itu sampai membuat gusar kubu Nerazzurri. Mancini pun enggan melakukan konferensi pers pasca pertandingan. Ia menunjuk media sebagai penyebar opini publik tentang prasangka skandal wasit, walaupun bukti itu tak pernah ada.

Alhasil, apapun yang dicapai Inter seperti tak pernah diakui. Faktanya, tiga kali dalam empat laga terakhir, seorang pemain mereka dikartu merah, tapi Inter tidak pula terkalahkan. Sepertinya kualitas teknis mereka dikesampingkan begitu saja.

Contoh terbaru terjadi tadi malam, Minggu (3/2/2008). Bermain dengan 10 orang sejak Patrick Vieira diusir pada menit 39, Inter tetap keluar sebagai pemenang atas Empoli. Berkat gol tunggal Zlatan brahimovic, mereka unggul 1-0.

Akan tetapi gol tunggal itu dipertanyakan. Kontroversial dan "dibantu" wasit, tulis media-media setempat, merujuk pada hukuman atas Ighli Vanucchi di menit 34. Walaupun wasit menganggap handball di kotak 16 meter, rekaman video memang menunjukkan bola tidak mengenai tangan bek Empoli itu melainkan muka/kepala.

Mancini sendiri mengaku tidak melihatnya sebagai penalti. Namun ia tetap berpegangan pada keniscayaan human error pada seorang wasit. Kontroversi tidak mesti identik dengan skandal.

Pelatih Empoli, Alberto Malesani, pun mempertanyakan keputusan itu, walaupun timnya juga memperoleh hadiah penalti di menit-menit akhir babak kedua, tapi Luca Saudati gagal menaklukkan kiper Julio Cesar –- dan Empoli tetap kalah.

"Saya bertanya pada ofisial keempat tentang penalti itu, dan dia bahkan tidak tahu harus berkata apa. Saya rasa kita memang harus menerima keputusan-keputusan itu dan tidak berhenti di situ," tukasnya.

"Ini menyangkut pressure. Selama saya menukangi klub kecil, tak seorang pun mendengarkan omongan saya. Saya ragu bahwa ini lebih merupakan sebuah penyelaman psikologis bagi klub-klub besar, tekanan yang lebih besar, dan tim-tim besar itu memiliki keuntungan."

"Sayangnya kami pun mematikan diri sendiri karena tidak menyelesaikan peluang-peluang mencetak gol. Kami menampilkan permainan yang bagus, tapi tidak bisa memungut poin. Ini yang memalukan," tutur Malesani.

Pelatih Juventus, Claudio Ranieri, mencoba meredam tensi perdebatan soal ini. Di masa lalu sepakbola Italia mungkin punya trek rekor yang miring terkait wasit, tapi kini korps pengadil lapangan hijau mereka dipimpin seorang Pierluigi Collina. Dengan reputasi yang telah diakui dunia, semestinya publik boleh lebih percaya. "Collina saya pikir sangatlah jernih," ujarnya.

"Ada banyak wasit yang baru di Seri A dan butuh pengalaman. Kita semua harus mencoba membantu mereka. Saya mempercayai keyakinan mereka, dan akan lebih bijak kalau suhu diturunkan."

Menurut versi sebuah analisis, memang seperti ada gejala 'anti-Inter' karena tim ini lolos dari skandal Calciopoli yang menjatuhkan reputasi AC Milan dan (terutama) Juventus. Salah satu keanehan adalah ketika nama Mancini bahkan tidak masuk nominasi pada bursa Oscar del Calcio, walaupun prestasinya dalam menukangi Inter sangatlah baik.

Kembali ke kontroversi wasit, di manapun bisa terjadi. Di Spanyol, harian Marca yang "berafiliasi" ke Barcelona sering beradu prasangka dengan koran Sport yang berbasis di Madrid, setiap kali mereka menemukan keputusan-keputusan wasit (yang dianggap) kontroversial.

Kontroversi seputar wasit mungkin memang akan selalu diwacanakan.

(a2s/a2s)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads