Dalam pertandingan Giornata ke-21, Roma dikagetkan oleh Siena di Artemio Franchi. Tuan rumah yang notabene adalah tim papan bawah menggebuk Giallorossi dengan skor telak 3-0.
Lebih daripada rasa malu akibat dibekuk tim yang di atas kertas seharusnya bisa diatasi, tim besutan Luciano Spaletti itu pasti lebih menyesali melayangnya tiga poin penting. Akibatnya Inter yang untuk sementara masih memuncaki klasemen pun meninggalkan Roma dengan selisih delapan poin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tekad Spaletti sendiri tak kendur dalam mengejar Inter meski kini rentang jarak kian terbuka. Dengan musim yang masih panjang, dia cukup yakin Il Lupo bisa bangkit dan membalap Inter, kendati mereka juga berharap bantuan tim lainnya.
"Inter unggul delapan angka tapi kami masih bisa mendekati dan kami bisa menghadirkan persaingan menuju gelar juara. Problemnya, kalau mereka terus menang di setiap pertandingan, akan sulit mengejarnya."
Sementara Juve, yang sejak promosi dari Seri B langsung tampil mengejutkan dan melesat ke papan atas, juga tak bisa memetik tiga angka. Ironisnya, hal itu terjadi di markas sendiri, ketika melawan tim urutan buncit Cagliari.
Tak ada alasan dari Claudio Ranieri usai Bianconeri ditahan imbang 1-1. Terkesan santai dan tak ada beban allenatore asal Italia itu menunjuk kalau favorit juara memang adalah Roma dan Inter, bukan timnya. "Inter dan Roma adalah tim terbaik. Giallorossi hanya kalah di hari yang buruk. Kami sendiri mencoba yang terbaik yang kami mampu."
Dua hasil buruk rivalnya itu jelas bakal bikin senyum kubu Inter semakin lebar. Selain meraih kemenangan, tim yang ditangani Roberto Mancini itu juga seperti ingin menunjukkan kalau timnya masih terlalu tangguh meski hanya bermain dengan sepuluh pemain. Inter pun kini tercatat sebagai satu-satunya tim yang belum pernah kalah di Seri A.
Satu klub lain yang jadi favorit, AC Milan, pekan ini kembali memperbaiki posisi. Berkat gol tunggal Alexandre Pato, Il Diavolo Rossi mampu menang tipis 1-0 dari tim penghuni urutan empat Fiorentina.
Sayangnya tren positif ini sedikit terlambat karena baru dicatatkan mulai pertengahan musim. Apalagi Pato, yang juga jadi salah satu motor kebangkitan Milan, terancam cedera serius sehingga bisa menjadi kendala kebangkitan Rossoneri.
(krs/arp)











































