Inter memutuskan memulangkan Adriano ke Brasil untuk berlatih bersama Sao Paolo pada November lalu sebagai upaya untuk memperbaiki kondisi fisik dan performanya yang dianggap menurun. Pemulangan tersebut juga dimaksudkan untuk menghilangkan kecanduan Sang Kaisar pada alkohol.
Di pekan-pekan pertama penampilannya bersama Sao Paolo, Adriano memang menunjukkan peningkatan performa dengan mencetak empat gol dari tujuh pertandingan. Sayangnya itu tidak berlangsung lama, kini dia malah terjerat masalah baru.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Atas kartu merah yang diterimanya Adriano memang hanya akan dikenai sanksi larangan bermain di tiga pertandingan. Namun dia ternyata juga dianggap telah melanggar artikel 253 di persepakbolaan Brasil soal serangan fisik secara serius.
Tak tanggung-tanggung, jika terbukti bersalah dia akan mendapat larangan bermain selama tiga hingga 18 bulan. Memang sanksi tersebut hanya berlaku di Liga Brasil yang berarti dia bisa bermain jika kembali ke Inter atau hijrah ke klub lain di luar Brasil, namun hukuman tersebut berpotensi merusak masa depannya sebagai pesepakbola.
"Saya tak tahu apa yang dilihat wasit. Pemain Santos itu meletakkan tangannya di wajah saya dan saya hanya bertanya apa yang dia lakukan," Adriano membela diri di Channel4.
Sayangnya pembelaan Adriano justru tak didukung pelatihnya sendiri. Muric Ramalho malah tak yakin kalau pemain penjamannya itu tak bersalah. "Adriano melakukan kesalahan. Anda tak bisa melakukan tindakan seperti itu," ungkap Ramalho.
Keputusan sanksi apa yang akan diterima Adriano baru akan dijatuhkan Senin (18/2/2008) pekan depan. (din/krs)










































