Juve Minta 'Hukuman' Distop

Juve Minta 'Hukuman' Distop

- Sepakbola
Senin, 25 Feb 2008 04:08 WIB
Juve Minta Hukuman Distop
Turin - Gusar karena merasa terus dikerjai wasit, Juventus mengirim surat terbuka ke FIGC dan Asosiasi Wasit Italia. "Si Nyonya Besar" meminta aksi 'hukuman' bagi Juve dihentikan.

Juve beberapa kali melontarkan ketidakpuasan terhadap kinerja wasit yang memimpin partai mereka. Terakhir, La Vecchia Signora merasa wasit Paolo Dondarini "mengerjai" mereka saat kalah 1-2 di tangan Reggina, Minggu (24/2/2008) dinihari WIB.

Tak tahan lagi, Juve mengirim sebuah surat terbuka kepada FIGC dan Asosiasi Wasit Italia. Surat itu ditandatangani Presiden Giovanni Cobolli Gigli dan General Manager Jean-Claude Blanc.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Berulangnya kesalahan-kesalahan serius itu memaksa kami untuk meminta intervensi FIGC untuk menjamin kepastian hukum kompetisi ini. Melindungi kerja dan profesionalisme pemain, pelatih dan direksi Juventus," demikian bunyi surat itu seperti dilansir Football Italia.

"Beberapa keputusan wasit menegaskan keraguan yang diungkapkan beberapa pihak bahwa ada pendekatan yang tidak tepat terhadap Juventus meski tim ini sudah bersikap serius dan profesional," lanjut pernyataan itu.

Beberapa teori berkembang tentang munculnya kesalahan-kesalahan wasit. Yang paling mengemuka adalah dugaan bahwa korps baju hitam tengah "menghukum" Juve lagi terkait peran Bianconeri dalam kasus Calciopoli dua tahun silam.

Apalagi Dondarini adalah salah satu wasit yang pernah diadili karena dugaan terlibat Calciopoli. Namun wasit asal Finale Emilia itu kemudian dibebaskan. Partai kemarin adalah partai pertama Dondarini memimpin Juve pasca Calciopoli.

"Yang pasti, Juventus tidak bisa terus membayar untuk apa yang sudah mereka bayar dengan harga yang sangat berat," tandas surat tersebut mengacu kepada hukuman degradasi ke Seri B yang dijatuhkan ke Juve.

(arp/a2s)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads