Juve kalah 2-3 dari La Viola dalam pertandingan di Stadio Olimpico Grande Torino, Minggu (2/3/2008) malam WIB. Sempat memimpin 2-1, Gianlugi Buffon dkk kalah oleh gol Pablo Osvaldo di menit kedua injury time.
Hasil tersebut menjadikan Juve hanya meraih satu poin dari tiga pertandingan terakhirnya di Seri A. Itulah yang membuat Ranieri merasa sangat kecewa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ditambahkan Ranieri, timnya mampu bangkit setelah lebih dulu tertinggal oleh gol Massimo Gobbi di menit 19. Namun Momo Sissoko dan Mauro Camoranesi menginspirasikan kebangkitan Juve lewat gol-gol yang membalikkan kedudukan.
Maka ketika Fiorentina mencetak gol lagi di menit 75 melalui Papa Waigo, serta ditutup oleh Osvaldo di menit-menit terakhir, Ranieri memandangnya sebagai letak kekalahan Bianconeri.
"Perbedaan ada di Papa Waigo yang mencetak gol luar biasa. Kami belum cukup bagus," tandasnya seperti dikutip Goal. "Kami kebobolan dua gol dengan sangat ceroboh."
Sementara itu pelatih Fiorentina Cesare Prandelli memperoleh sambutan cukup hangat dari pubik Turin karena ia memang pernah bermain untuk Juventus. Yang menarik, Prandelli mulai digadang-gadang akan menukangi "Si Zebra" di masa mendatang.
"Tifosi Juve selalu memberiku sambutan yang hebat. Saya punya banyak memori indah di sini. Tapi saat ini saya adalah pelatih Fiorentina dan saya sangat bahagia," tutur Prandelli menyebut tim kota Firenze itu yang baru kali pertama menundukkan Juve di kandangnya sendiri sejak 15 Mei 1988.
(a2s/key)











































