Masih segar di ingatan kalau Nerazzuri baru saja tersingkir dari Liga Champions setelah kembali kalah dari Liverpool dalam pertemuan kedua di babak 16 besar. Sudah tak mampu mencetak satu gol pun ke gawang The Reds --sehingga kalah telak agregat dengan 0-3-- Inter dipastikan kandas di markas kebanggaannya sendiri, Giuseppe Meazza.
Sudah tersingkir dari pentas Eropa, Inter langsung dipukul dengan pernyataan bakal mundurnya sang alenatore Roberto Mancini, tak lama berselang usai kalah dari Liverpool. Bak sudah jatuh, Inter langsung tertimpa tangga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan suasana internal semacam itu, ditambah dengan derasnya tudingan negatif seputar wasit, jangan heran kalau ada penilaian Inter bakal goncang dan bisa-bisa kehilangan peluangnya mempertahankan gelar juara Seri A. Namun itu semua dijawab tuntas Javier Zanetti cs di lapangan dengan merebut tiga poin penting atas Palermo, Minggu (16/3/2008).
"Ini adalah tiga poin penting. Penting untuk menang setelah apa yang terjadi pekan ini," aku Mancio dikutip Goal, Senin (17/3/2008).
Dalam pertandingan itu, keempat pemain yang diduga tengah punya masalah pun dimainkan. Matrix, Ibra dan Vieira jadi starter, sementara Crespo jadi pemain pengganti. Luis Figo yang sebelumnya disebut-sebut berselisih dengan Mancio pasca Liga Champions pun ikut diturunkan di babak kedua.
Pada akhirnya, para pemain tersebut seolah menunjukkan tak ada masalah apa-apa di tubuh Inter, dengan saling bahu-membahu menuju kemenangan. Skor 2-1 menghadapi Palermo pun bisa dibilang tak lepas dari kontribusi besar Ibra dan Vieira.
Khusus Vieira, ini jelas melegakan karena gelandang Prancis itu belum juga menunjukkan performa terbaik sehingga konon sempat bikin Mancio sebal. "Dia absen nyaris setahun, lalu dia kembali dan cedera lagi. Sekarang dia membaik, tapi jelas dia butuh waktu," nilai Mancio.
Namun demikian, yang kini mengkhawatirkan adalah reaksi Ibra ketika ditarik keluar oleh pelatihnya. Ketika melangkah ke kursi cadangan, jelas terlihat ekspresi kecewa dan tak terima yang tergambar di wajah penyerang Swedia tersebut, bahkan seraya menggumamkan kalimat tertentu.
Jadi, benar-benar sudah berlalukah badai itu, atau justru hanya tertunda sejenak? (krs/a2s)











































