Menjelang laga Inter kontra Juve, Treze bulat-bulat menyatakan tekadnya menekuk Nerazzuri. Dia juga menegaskan lebih memilih AS Roma yang bisa menggondol Lo Scudetto di akhir musim, alih-alih Inter yang belakangan begitu dominan di Seri A.
"Saya tidak mau bermain untuk hasil imbang di San Siro," tegas penyerang Prancis tersebut ketika itu, mengindikasikan tekadnya untuk bisa membawa pulang tiga poin dalam lawatannya ke Giuseppe Meazza.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bek tangguh Italia itu merujuk kepada kegagalan Treze menceploskan bola dari titik putih ketika Italia berhadapan dengan Prancis pada final Piala Dunia 2006 lalu. Saat itu, Treze menjadi satu-satunya pemain Les Bleus yang gagal melaksanakan tugas sebagai penendang penalti dalam tos-tosan.
"Kalau aku adalah juara dunia sekarang ini, maka aku berutang pada kegagalan penaltinya, jadi bagaimana mungkin aku bisa kesal dengan sebuah komen? Lagipula aku menghormatinya dan menilai adalah skandal Raymond Domenech tak memasukkannya dalam skuad Prancis," sindir Matrix setengah memuji.
Dalam pertandingan giornata 30, Minggu (23/3/2008) dinihari WIB, Treze rupanya menarik kontan apa yang "diutangkannya" itu. Satu gol diceploskannya ke gawang Inter guna membantu Juve menundukkan timnya Matrix dengan skor 2-1. Satu gol itu juga seperti jadi perwujudan keinginan Treze membantu Roma jadi juara.
Selain itu, hasil ini juga bak jadi gambaran ungkapan "mulutmu harimau", terhadap komentar lain yang dilontarkan Materazzi sebelum pertandingan. "Mempertimbangkan apa yang David berikan kepadaku pada 9 Juli 2006 di Berlin, aku menerima apapun," katanya mengacu kepada ucapan Treze, mungkin tanpa mengira kalau bukan hanya kata-kata itu yang akan diterimanya, namun juga sebentuk kekalahan dari sang lawan.
Buat Inter, kekalahan ini juga cukup menyakitkan karena sudah mengakhiri keperawanan Giuseppe Meazza di Seri A. Apalagi yang memberikan pukulan itu adalah Juve, salah satu rival alotnya di Italia.
Apapun, hasil ini membuka persaingan menuju gelar juara Seri A semakin seru dan lebih terbuka, karena Roma sudah siap mencuri peluang jika nantinya Inter terpeleset lagi dalam delapan laga sisa.
(krs/ian)











































