Setidaknya itulah yang terpampang dari hasil polling yang digagas Gazzetta dello Sport. Dalam situs resminya, yang dilansir detiksport, Senin (31/3/2008), lebih dari setengah peserta polling (52,5%) meminta perubahan, baik itu mengenai strategi maupun pelatih.
Namun tak sedikit pula yang menilai kegagalan Milan musim ini tak terlepas dari minimnya kontribusi Kaka dan Filippo Inzaghi (32,2%). Hampir seperempat peserta polling berpendapat demikian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Catat saja siapa punggawa Milan musim ini. Jika dirata-ratakan, lebih dari setengah skuad Rossoneri adalah pemain lama yang sudah termakan usia. Nelson Dida, Zeljcko Kalac, Paolo Maldini, Alessandro Nesta, Cafu, Giuseppe Favalli, Serginho, Filippo Inzaghi, Ronaldo dan masih banyak pemain lain dinilai tak lagi berada di era keemasannya.
Namun bukan hanya pemain yang dititikberatkan. Strategi permainan pun harus diperbarui. Tak sedikit yang menganggap rival-rival Milan sudah mengetahui cara pikir Carlo Ancelotti dalam meramu timnya.
Laga kontra Atalanta tadi malam bisa menjadi bukti, bahwa Milan terlalu mengagungkan seorang Kaka dan ketika playmaker asal Brasil itu absen, Milan seakan bermain tanpa arah.
Ancelotti pun mengakui hal itu. Ia juga menyadari bahwa Milan butuh penyegaran dan perubahan, meski ia tidak menyebut secara jelas apa yang harus diubah.
"Kami harus melakukan perubahan. Kami tak boleh terus seperti ini. Kami harap Kaka bisa tampil di laga berikutnya, tapi yang pasti pertahanan dan lini depan kami tidak bermain baik," tandasnya usai Milan dipermalukan Atalanta 2-1 di San Siro.
"Sesuatu memang harus diubah, tapi saya tidak menyebut pemain mana yang harus diganti, melainkan sikap mereka," imbuh Ancelotti lagi.
Benarkah hanya butuh perubahan pada sikap saja? Jawabannya pasti relatif, namun jika menilik hasil poling Gazzetta dello Sport, bisa jadi tidak demikian. (ian/a2s)











































