Rossoneri masih belum bisa memastikan mampu tidaknya berlaga di pentas Eropa. Jarak ke zona Liga Champions, yang sementara ini ditempati Fiorentina, hanya terpaut empat angka. Jumlah tersebut jelas cukup realistis buat dikejar dan lantas dilampaui.
Namun demikian, Il Diavolo bisa jadi malah terpeleset dari posisinya saat ini, alih-alih menanjak naik. Duduk di posisi lima, Milan baru mengumpulkan 52 angka, setara dengan Sampdoria di posisi enam dan hanya unggul satu poin dari Udinese yang siap mengancam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tapi tak malukah tim sebesar Milan berlaga di ajang tersebut? Kalaupun nasib akhirnya memaksa mereka berlaga di ajang tersebut demi tampil di Eropa, apa mereka yakin bisa jadi juara?
"Kami bahkan setuju mengikuti Piala Intertoto ketika kami ada di puncak klasemen dengan keunggulan 40 poin dari posisi tujuh. Jangan lupa kalau Ancelotti pernah juara Piala Intertoto dengan Juventus. Dan dia melakukannya dengan Juve, jadi saya tak bisa melihat kenapa dia tak bisa melakukannya dengan Milan," urai Wakil Presiden Milan Adriano Galliani kepada Corriere dello Sport yang dilansir Channel 4, Selasa (8/4/2008).
Milan memang tak perlu malu jika nantinya kehilangan posisi di klasemen dan bertarung di Piala Intertoto demi berlaga di pentas Eropa, walau hanya sekadar Piala UEFA. Namun, jangan pula lupakan beberapa kendala yang akan dihadapi.
Jika nantinya harus berkompetisi di ajang Intertoto, mereka akan menghadapi masalah dalam pemilihan pemain. Pada final yang dijadwalkan berlangsung tanggal 29 Juni, Milan niscaya kehilangan beberapa pemain karena harus istirahat sebelum Olimpiade Beijing pada 6 Agustus.
Pun dengan terilbat dalam ajang Intertoto, Milan bisa kehilangan pemasukan yang biasanya didulang dari keterlibatan mereka dalam tur atau turnamen pada musim panas.
(krs/key)










































