Seusai mengalahkan Torino 1-0, gelandang kelahiran Belgrade yang ditunjuk menjadi man of the match dalam pertandingan tersebut dengan jujur mengakui bahwa timnya memang bermain tak terlalu bagus, meskipun tetap bersyukur berhasil meraih kemenangan.
"Saya ingin bertanya sesuatu kepada Anda. Pada pertandingan mana saya pernah menjadi man of the match? Kami bermain buruk, bahkan bisa saya katakan sangat buruk," ujarnya seperti dilansir Goal, Senin (21/4/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemain berusia 29 tahun itu pun belum merasa timnya hampir pasti meraih scudetto karena masih ada beberapa pertandingan tersisa dan dirinya hanya berrharap jika Nerrazzurri tidak terpleset dalam sisa pertandingan tersebut.
"Kami sudah memenangi scudetto? Saya tidak tahu itu. Saya berharap kami tidak akan kalah lagi. Kami sudah berada di jalur yang benar dan pertandingan ini sangat berarti. Dengan keyakinan dan konsentrasi seperti ini kami yakin kami mampu melaju," tukasnya.
Inter kini memimpin enam angka atas pesaing mereka, AS Roma, pada klasemen sementara Liga Italia. Dengan empat pertandingan tersisa memang masih banyak kemungkinan terjadi, tetapi tak salah jika dikatakan saat ini La Beneamata tengah menjejakkan satu kaki di tahta juara Seri A. (roz/krs)











































