Kabar bakal bergantinya kepemilikan di AS Roma sudah berhembus sejak beberapa waktu lalu. Italpetrol yang terhubung dengan Keluaga Sensi dikabarkan mengalami kesulitan keuangan dengan utang yang ditaksir bernilai Rp 5,3 triliun.
Sempat muncul kabar kalau George Soros sempat mengajukan penawaran untuk mengakuisisi Roma dengan nilai 250-300 juta euro. Namun karena merasa negosiasi tak menunjukkan tanda-tanda kemajuan, konglomerat Amerika Serikat asal Hungaria itu akhirnya memutuskan mundur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Umumnya fans seperti saya mulai bermimpi dan berharap Roma menjadi klub yang besar di Eropa, kompetitif di semua sisi. Harapan kami adalah Keluarga Sensi menjual Roma ke George Soros," ungkap salah seorang yang menandatangani petisi seperti diberitakan Yahoosport.
Jumlah fans Roma yang yang mendukung penjualan tersebut juga tak bisa dianggap sepele. Petisi tersebut hingga kini sudah mengumpulkan 15.000 tandatangan. Kabar mundurnya Soros dari rencana pembelian Roma membuat nilai saham Roma turun hingga 10 persen, Selasa (29/4/2008) lalu.
Dalam beberapa musim terakhir performa Roma sebenarnya tak bisa dibilang mengeceakan karena selalu mampu bersaing di papan atas. Namun seperti yang terjadi di musim ini, setelah menjaga persaingan di awal musim, Francesco Totti cs mulai kedodoran di paruh kedua.
Usai merebut Scudetto musim 2000-01, prestasi terbaik Roma hingga kini adalah juara Copa Italia 2006-07 serta Super Copa Italia 2001 dan 2007. Di Liga Champions dalam dua musim terakhir mereka disingkirkan Manchester United di babak perempatfinal.
Dengan materi pemain yang sesungguhnya cukup mumpuni dan basis suporter yang cukup solid, mendatangkan investasi dari luar mungkin bisa jadi solusi untuk Roma yang lebih bertaji. (din/arp)










































