"Buat saya pribadi saya selalu takut dengan Inzaghi. Di samping itu memang ada Kaka dan Pato yang juga hebat, tapi Inzaghi tetap Inzaghi. Dia jahat jika berada di depan gawang. Dia sangat kuat," ungkap asisten pelatih Inter, Sinisa Mihajlovic.
Kewaspadaan Mihajlovic pada Pippo cukup beralasan karena usai pulih dari cedera striker 33 tahun itu terbukti sangat produktif. Dalam empat pertandingan terakhir delapan gol mampu dia sumbangkan buat Rossoneri, termasuk hat-trick-nya ke gawang Livorno pekan lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pastinya Milan sudah lebih baik dibanding pertemuan terakhir. Mereka memiliki kewajiban untuk menang atau terancam memperkecil peluang lolos ke Liga Champions. Karena itulah kami juga memiliki motivasi maksimal," lanjut Mihajlovic.
Saat disinggung soal Mario Balotelli yang dalam beberapa pekan terakhir menjadi sensasi dengan penampilannya yang impresif, mantan bek Lazio dan Sampdoria itu sepertinya justru tak terlalu berharap. Alasannya Balotelli belum pernah menjalani pertandingan dengan tensi setinggi derby kali ini.
"Dia tidak pernah menjalani derby dengan tingkat seperti ini. Jika dia terus berkembang, dia bisa menjadi yang terbaik. Semua tergantung padanya, dia harus tetap menjejak bumi dan berlatih seperti yang dilakukannya saat ini," tutup Mihajlovic. (din/din)











































