Cuma perbedaan satu poin atas AS Roma yang membuat Inter berhak duduk di puncak klasemen Seri A selepas pekan ke-36. Peluang merengkuh scudetto jelas terbuka lebar jika berpatokan kada kondisi tersebut, meski kans untuk terpeleset untuk kemudian menjadi pecundang juga masih memungkinkan.
Kondisi tersebut bukannya tak pernah dirasakan Inter. Tahun 2002 lalu mereka harus merelakan gelar yang sudah di depan mata menguap begitu saja akibat kegagalan di pekan pamungkas kompetisi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun yang terjadi kemudian sungguhlah mengejutkan, bertandang ke Stadion Olimpico, Inter pulang membawa kekalahan 2-4 atas Lazio. Sementara pada pertandingan lain dua gol Alessandro Del Piero dan David Trezeguet ke gawang Udinese memastikan Bianconeri meraih kemenangan 2-0 sekaligus merebut gelar juara.
Klasemen akhir menempatkan Juve di posisi teratasa dengan poin 71 dan diikuti Roma yang mengumpulkan 70. Sementara Inter akhirnya cuma duduk di posisi tiga denga koleksi poin 69.
Peluang terjadinya skenario yang sama tahun ini mungkin saja terjadi jika melihat performa Inter dalam beberapa pekan terakhir. Lihat saja keunggulan Inter di puncak klasemen yang pertengahan Februari lalu terpaut sebelas poin kini hanya berjarak satu angka.
Peluang menyudahi kompetisi akhir pekan lalu saat menghadapi Siena juga menguap begitu saja. Skuad besutan Roberto Mancini justru direcoki dengan masalah internal terkait aksi serobot penalti Marco Materazzi.
Bertandang ke Parma yang saat ini duduk di zona degradasi harusnya bukan masalah besar buat Inter, apalagi Gialloblu justru baru memberhentian pelatihnya Hector Cuper. Membawa pulang tiga poin sekaligus mengamankan gelar juara sangat mungkin diraih, syaratnya hanya perlu fokus pada laga tersebut kalau tak mau nantinya AS Roma justru yang merayakan pesta scudetto. (din/din)











































