Gelar pemberian. Demikian seteru Inter selalu menuding sukes yang dirain Zavier Zanetti cs dua musim lalu. Saat itu Inter mendapat berkah dari skandal calciopoli yang mengguncang Italia, mengakhiri musim di posisi tiga, Inter kemudian dikukuhkan sebagai juara menggantikan Juventus.
Saat musim lalu kembali mengakhiri kompetisi sebagai pemuncak klasemen, musuh-musuh Inter juga tak bisa menerimanya begitu saja. Kali ini skuad Roberto Mancini disebut-sebut masih diuntungkan dengan skandal calciopoli setahun berlalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menyusul kemenangan 2-0 atas Parma di pekan terakhir Seri A, Inter pun meraih hat-trick Scudetto. Untuk titel juara kali ini seharusnya tak lagi dapat teriakan bernada miring karena merupakan peneguhan atas sesuatu yang selama ini disangkal, kehebatan Inter Milan.
Bersama Juventus dan Milan, Inter memulai kompetisi dari garis start yang sama. Dan dalam perjalanannya kemudian, mereka membuktikan kalau status juara tak cuma bisa didapat jika itu berupa hibah atau saat musuh terkendala.
Justru Inter mengalami banyak masalah sepanjang musim ini. Berkali-kali mereka diterpa isu tak mengenakkan soal keberpihakan wasit, padahal dalam beberapa laga mereka terbukti tak kebal wasit dengan seringnya kartu merah diarahkan sang pengadil pada anggota skuad Inter.
Selepas paruh musim lalu Inter malah diguncang kabar mengejutkan menyusul keputusan mundur Mancini. Sesuatu yang jelas memberi efek negatif pada mental pemain Inter, meski kemudian sang allenatore membatalkan niatnya angkat kaki dari San Siro.
Menciutkah Inter dengan semua tekanan itu? Melihat hasil di pekan akhir Seri A kita bisa menjawab "tidak". Performa mereka memang sempat menurun, keunggulan 11 poin atas AS Roma di awal Februari terkikis menjadi hanya satu angka jelang pekan pamungkas.
Ditundukkan AC Milan 1-2 dan ditahan 2-2 oleh Siena, mental juara Inter terlihat di Ennio Tardini saat melawat Parma di pekan pamungkas kompetisi. Keunggulan Roma pada paruh pertama sama sekali tak menggoyahkan mereka. Saat peluit panjang dibunyikan wasit, mereka keluar sebagai pemenang -- dan juara -- lewat dua gol Zlatan Ibrahimovich.
"Kami sudah menderita untuk memenangi Scudetto ini, tapi kami pantas mendapatkannya. Saya benar-benar karena kami memenangi scudetto saat seluruh Italia berdiri menghalangi kami," seru bos besar Inter, Massimo Moratti. (din/ian)











































