Inter memenangi scudetto dengan melalui pertarungan menegangkan hingga pekan ke-38 alias pekan terakhir. Pada akhirnya, Javier Zanetti dkk unggul tiga angka atas Roma yang menempati kursi runner-up.
Setelah habis-habisan bertarung di liga, Inter dan Roma akan bertemu di partai final Coppa Italia yang akan digelar di Stadion Olimpico, Roma, Minggu (25/5/2008) dinihari WIB.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski digelar di Olimpico, partai ini bukanlah partai kandang untuk Roma. Berbeda dengan final Coppa Italia tahun lalu yang digelar home-away, partai puncak kali ini hanya dihelat sekali.
Inter dan Roma adalah langganan final Coppa Italia dalam empat tahun terakhir. Tahun lalu, Roma yang menjadi juara, sedangkan Inter berkuasa di dua kompetisi sebelumnya.
Partai final kali ini dipanggungkan di tengah-tengah spekulasi tentang masa depan Roberto Mancini sebagai pelatih Inter. Dikabarkan akan menangani Chelsea, laga ini bisa jadi partai terakhir Mancio bersama I Nerazzurri.
Sementara Roma memiliki motivasi sendiri menghadapi partai ini. Christian Panucci dkk tentu ingin membalaskan dendam karena dikangkangi dalam perebutan scudetto. Selain itu, status juara bertahan juga akan melecut semangat pasukan Luciano Spalletti itu.
Di lapangan, Inter takkan diperkuat oleh bek Marco Materazzi dan striker Julio Cruz yang mendapat sanksi larangan bermain. Sementara, Esteban Cambiasso dan Christian Chivu diragukan bermain karena cedera.
Meski kehilangan beberapa kunci, Mancini selaku peracik strategi masih bisa berharap kepada Zlatan Ibrahimovic. Penyerang andalan Inter ini langsung jadi penentu scudetto saat baru merumput usai pulih dari cedera.
Di pihak lain, Roma masih tetap akan tanpa Francesco Totti yang cedera parah. Untuk itu, Spalletti akan kembali mengandalkan striker Montenegronya, Mirko Vucinic, sebagai penggedor pertahanan lawan.
(arp/key)











































