Dinho Pe Er Buat Milan

Dinho Pe Er Buat Milan

- Sepakbola
Rabu, 16 Jul 2008 10:24 WIB
Dinho Pe Er Buat Milan
Jakarta - Kubu AC Milan pantas merayakan keberhasilan mendapatkan Ronaldinho meski dengan modal yang lebih sedikit. Tapi selanjutnya mereka ditunggu pe er untuk mengembalikan Dinho ke "bentuk" sebelumnya.

Dibanding dua atau tiga tahun lalu, Dinho saat ini memang banyak mengalami perubahan. Yang paling kelihatan tentu saja lemak yang mulai bergelambir di beberapa bagian tubuh dan perut yang semakin menggelembung ke depan alias buncit.

Berat badan telah menjadi masalah besar buat pesepakbola Brasil itu dalam semusim terakhir. Kondisi yang secara langsung mempengaruhi penampilannya di atas lapangan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Musim lalu cedera memang sempat membebatnya, juga perselisihan dengan Frank Rijkaard yang berbuntut sanksi larangan bertanding dari pelatih. Namum kalau Dinho akhirnya cuma bisa bermain 26 kali dengan hanya mencetak sembilan gol, bobot badan yang berlebihan disebut-sebut sebagai faktor yang memberi pengaruh terhadap performa mantan pemain Paris St Germain itu.

Mengembalikan bentuk fisik serta bentuk permainan Dinho seperti beberapa musim lalu kini menjadi tugas AC Milan, setelah beberapa jam lalu resmi mendapatkan tandatangannya. Mampukah Rossoneri melakukannya?

Satu setengah tahun lalu Milan punya skenario yang relatif sama saat mendatangkan Ronaldo dari Real Madrid. Sang Fenomena saat itu dinilai sudah habis, usia yang sudah 30 plus bobot badan yang juga sangat berlebihan.

Namun apa yang terjadi kemudian terbilang mengejutkan. Pada setengah musim pertamanya di Giuseppe Meazza Ronaldo memang cuma merumput 14 kali, namun dalam kesempatan tersebut tujuh gol mampu dia sumbangkan buat Milan. Penampilannya juga mendapat banyak pujian karena dinilai masih impresif.

Kalau kemudian dia gagal bersinar di musim keduanya, itu lantaran cedera lama yang kembali mendatanginya. Milan pun memutuskan tak memperpanjang kontrak Ronaldo yang habis di awal Juli ini.

Jika melihat pada keberhasilan Milan "membentuk ulang" Ronaldo, sukses yang sama rasanya mungkin saja kembali diraih Milan. Sementara soal mengembalikan bentuk permainan Ronaldinho, Il Diavolo Rosso mungkin tak perlu bekerja terlalu berat.

Ingat, bagaimanapun juga Dinho sempat dua kali dianugrahi gelar pemain terbaik dunia. Dengan kondisi fisik yang lebih baik, magis dari pesepakbola yang baru berusia 28 tahun itu bisa mengembalikan Milan ke persaingan papan atas musim depan.

Masalah terakhir terkait Ronaldinho adalah hobi dia keluyuran malam dan mengikuti banyak pesta serta sikap indisipliner terkait jadwal latihan bersama timnya. Saat berselisih dengan Dinho, Samuel Eto'o sempat berucap kalau rekannya itu "hanya berlatih delapan dari 50 sesi yang seharusnya dihadiri".

Untuk yang satu ini Milan mungkin bisa berharap pada Kaka. Siapa tahu Kaka yang terkenal sangat agamis itu mampu membawa Ronaldinho ke "jalan yang lurus".
(din/roz)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads