Dinho, Pemupus Dahaga Superstar Milan

Dinho, Pemupus Dahaga Superstar Milan

- Sepakbola
Rabu, 16 Jul 2008 13:00 WIB
Dinho, Pemupus Dahaga Superstar Milan
Jakarta - Kapan terakhir kali AC Milan membeli seorang "superstar"? Mungkin itu adalah ketika mereka mendatangkan Andriy Shevchenko. Jadi, tak salah jika kedatangan Ronaldinho ini diibaratkan air atas dahaga kedatangan seoang bintang.

Shevchenko dihadirkan ke hadapan publik San Siro pada tahun 1999--itu berarti sudah delapan tahun silam. Ketika itu, ia merupakan salah satu buruan terhangat di daratan Eropa. Kemampuan Shevchenko dalam membuat gol-lah yang menjadikan Dinamo Kiev salah satu kuda hitam yang patut diwaspadai di kancah kompetisi antarklub Eropa.

Setelah Shevchenko, Milan memang sempat mendatangkan Rivaldo, yakni pada tahun 2002. Namun, mantan pemain terbaik Dunia dan Eropa tahun 1999 itu tengah meredup ketika didatangkan. Terbukti, ia akhirnya hanya bertahan semusim di San Siro dengan jumlah penampilan yang hanya mencapai angka 22.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selanjutnya Rossoneri jarang mendatangkan pemain yang benar-benar berstatus "bintang". Mereka cenderung mendatangkan pemain yang tengah meredup dan memperbaiki performanya, atau, kalau tidak, memebeli pemain muda yang berpotensi menjadi pemain bintang di masa depan.

Kalau soal membeli pemain berpotensi buktinya bisa dilihat pada diri Kaka. Ia bukanlah seorang superstar ketika mendarat di Milan tahun 2003. Orang hanya mengenalnya sebagai pemain muda berbakat, tetapi sekarang? Ia adalah pemain dengan status "pesepakbola terbaik di dunia 2007".

Ada juga Alberto Gilardino. Ia memang tengah subur-suburnya ketika tiba di Milan, tapi berstatus superstar? Rasanya tidak. Terbukti penampilannya justru menurun di Milan. Ia selalu dikritik karena mandul dalam urusan mencetak gol. Akhirnya, ia pun dilego ke Fiorentina.

Tak heran jika fans Milan sempat melakukan protes atas kebijakan transfer para petinggi klub. Mereka mengganggap pembelian terbaik dalam beberapa tahun terakhir hanya Alexandre Pato yang memang telah terbukti tampil bagus setiap kali diturunkan.

"Presiden seperti absen dan terlihat tak lagi memiliki motivasi dan hasrat untuk berinvestasi seperti dulu lagi. Pembelian terbaik dalam tiga tahun terakhir hanyalah Alexandre Pato. Cukup sudah mendatangkan pemain yang sudah berada dalam penurunan karir mereka dan terus mendapat masalah kebugaran," protes mereka beberapa bulan lalu.

Dan datanglah Ronaldinho. Setelah melalui proses negosiasi yang cukup alot, pemain berambut keriwil itu akhirnya setuju untuk berkostum merah-hitam musim depan. Ia menampik tawaran dari klub Inggris yang juga ngebet untuk meminangnya, Manchester City.

Dinho adalah seorang superstar...yang tengah meredup akibat kegemarannya ber-dugem hingga pagi. Ia memiliki skill yang mumpuni, namun namanya lebih sering muncul sebagai bintang iklan dan di tabloid-tabloid ketimbang sebagai man of the match.

Jadi, tugas Milan-lah untuk mengembalikannya kembali ke performa terbaik. Pelatih Carlo Ancelotti sendiri percaya bahwa seperti apa pun kondisi Dinho, ia tetaplah seorang pemenang. "Salah satu hal yang penting adalah mendatangkan seorang juara, dan Ronaldinho tak diragukan lagi adalah salah seorang di antaranya," tukasnya.

(roz/din)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads