Inter gagal melaju ke final Piala/Liga Champions semenjak tahun 1972. I Nerazzurri harus puas dengan gelar Piala UEFA tiga kali, yakni tahun 1991, 1994 dan 1998. Pada saat yang sama, rival sesama Italia, AC Milan dan Juventus, bergantian berkuasa di Eropa di era 90-an.
Kali terakhir Inter menjadi yang teratas di Eropa adalah pada tahun 1965 setelah satu tahun sebelumnya menjuarai ajang yang sama. Dua titel Piala Champions ini diraih si 'Biru-Hitam' di bawah asuhan Herrera, yang kemudian dianggap sebagai pelatih terbaik Inter sepanjang masa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu sebuah pembandingan yang alami. Mereka memiliki kesamaan dalam hal penampilannya di media, sikapnya yang suka tantangan, serta kerja kerasnya," kata Moratti kepada SkySport dan dikutip Goal.
"Sifat yang terakhir inilah yang paling menghubungkan dua karakter ini. Dari semua pelatih yang saya kenal, dia (Mourinho) adalah yang paling mendekati Herrera," lanjut taipan minyak Italia itu lagi.
Meski begitu, Moratti tak meminta Mourinho hanya terfokus di kompetisi Eropa saja. Presiden sekaligus pemilik Inter itu akan meminta Mourinho membawa Inter merengkuh titel Italia keempatnya berturut-turut.
"Kami menginginkan scudetto juga," kata Moratti. "Tidaklah mudah untuk menjaga supremasi. Kami hanya harus bermain baik dan menang."
(arp/key)











































