Seberapa hebat Shevchenko saat masih berseragam Milan dalam kurun 1999-2006 rasanya tak perlu dibahas lagi. Mencetak 127 dari 208 penampilan plus beberapa gelar pribadi dan sejumlah tropi bergengsi untuk Rossoneri membawa pesepakbola Ukraina itu menjadi salah satu striker terbaik yang pernah dimiliki Milan.
Tapi itu dulu, beberapa musim lalu sebelum dia memutuskan hijrah ke London. Sheva mungkin selalu menyangkal dirinya menyesal pindah ke Chelsea, faktanya di sana dia tak mampu menunjukkan penampilan terbaiknya. Dalam dua musim cuma 47 kali dia dimainkan dengan jumlah gol yang cuma sembilan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yang kemudian jadi pertanyaan besar adalah soal mampu atau tidaknya Sheva memenuhi ekspektasi tinggi yang ditumpangkan kepadanya. Dalam seragam Merah-Hitam dia pernah menjadi salah satu yang paling menakutkan di Eropa, setelah mengalami masa-masa suram di Stamford Bridge layak ditunggu bagaimana kiprah kedua dia di Giuseppe Meazza.
Sheva bisa jadi akan langsung dipasang Milan di pekan perdana Seri A mengingat kini Carlo Ancelotti cuma punya Alberto Paloschi sebagai satu-satunya penyerang. Ini bisa jadi tugas berat pesepakbola 31 tahun itu yang harus lebih dulu mengembalikan kepercayaan diri sebelum bisa jadi andalan timnya.
"Sekarang Andriy tentu akan sangat termotivasi dan dia akan memiliki hasrta untuk menunjukkan kalau dia tak seperti apa yang sudah kita lihat selama bermukim di London dan (membuktikan) kalau dia adalah pesepakbola sejati," dukung Clarence Seedorf mengomentari kedatangan kembali rekannya itu di Milan Channel.
Ada pula yang mengkhawatirkan sambutan tak hangat dari tifosi Diavolo Roso mengingat dua tahun lalu dia pernah mengecewakan keluarga besar Milan dengan memutuskan menerima pinangan Chelsea. Apalagi saat itu berkembang isu kalau motif kepindahannya adalah uang.
Seberapa tajam nantinya Sheva bersama Milan tentu masih harus ditunggu hingga akhir musim. Namun fans Milan mungkin bisa berharap Sheva mengikuti jejak Hernan Crespo yang juga sempat dipinjamkan Chelsea.
Di musim 2004-2005 Crespo yang tampil 38 kali bersama Milan mampu pemain yang sangat bisa diadalkan di lini depan dengan mencetak total 16 gol di berbagai ajang kompetisi. Dua gol di antaranya tercipta di final Liga Champions, meski Milan akhirnya kalah atas Liverpool.
"Saya bahagia bisa menyambut kembali Andriy yang sangat diinginkan Milan. Saya pikir dia bisa berguna buat kami, seperti yang sudah ditunjukkan di masa lalu," yakin Ancelotti.
Kedatangan Sheva mungkin akan menutupi krisis striker yang kini dialami Milan. Namun hal tersebut juga berpotensi menimbulkan masalah lain jika seluruh pemain depan mereka sudah pulih dari cedera. Carletto bisa dibuat pusing untuk memilih Sheva, Filippo Inzaghi, Alexandre Pato, Paloschi, Marco Borriello dan Ronaldinho di lini depannya. (din/krs)











































