Seperti diberitakan sebelumnya, baru-baru ini Mourinho memberi komentar agak sinis tentang kembalinya bomber Ukraina itu ke tim milik Silvio Berlusconi. Gagal total di Stamford Bridge, Milan bersedia menyelamatkan pemain yang pernah sukses selama tujuh tahun di San Siro itu.
Tapi Shevcheko, yang kepindahannya ke London pernah dikait-kaitkan dengan kedekatannya dengan Roman Abramovich, menolak pandangan tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di sini pun aku pernah mengalami masa-masa sulit, yang mana aku mengatasinya dengan bekerja dan berkorban. Sekarang aku lebih optimistis karena kembali ke Milan buatku seperti pulang ke rumah."
Hal lain yang diungkapkan pemain berusia 31 tahun itu adalah, di Chelsea dirinya merasa tidak mendapatkan organisasi, persiapan, dan atmosfer seperti di Milan. "Serta beberapa hal kecil yang tak kalah pentingnya," tandasnya.
Sementara itu pemain baru Milan yang lain, Phillippe Senderos juga Rossoneri. Meskipun tim lawasnya sekaliber Arsenal, tapi bergabung ke Milan dirasa sebagai sebuah pencapaian karir yang lebih baik.
"Aku belajar banyak di London. Arsenal seperti sebuah sekolah kehidupan dan Arsene Wenger banyak membantuk," ujarnya. "Tapi kini aku telah mencapai sebuah level yang lebih baik dan aku ingin berbuat 100 persen untuk terus berkembang setiap harinya."
"Arsenal tim besar, tapi Milan adalah yang terbesar di dunia," sambung bek internasional Swiss itu. "Aku lihat, para pemain Liga Italia bekerja lebih banyak dibangind di Liga Inggris."
(a2s/ian)











































