Secara tradisi musuh utama Juventus ada dua: Inter Milan dan Torino. Dengan Inter pertemuan mereka sampai disebut sebagai Derby d'Italia alias derby-nya Italia. Sedangkan Torino, tentu saja mereka adalah rival sekota -- disebut Derby della Mole.
Fiorentina pun punya rival, salah satunya dengan Empoli. Tapi rivalitas tersebut tidak terlalu kuat, lebih didasari alasan geografis -- Empoli hanya sekitar 20 km dari kota Florence).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejak itu konon fans Fiorentina memandang Juventus sebagai derby utama mereka. Puncaknya adalah ketika otoritas kota Florence, setelah mendapat persetujuan dari kementerian dalam negeri Italia, demi alasan keamanan melarang fans Juventus menonton duel kedua tim di Stadio Artemio Franchi pada 7 Oktober 2007.
Kini larangan tersebut telah dicabut. Sebagai bentuk penyambutan, pemilik Fiorentina Diego Della Valle telah mengundang presiden Juventus, Givanni Cobolli Gigli, untuk duduk berdampingan dengannya di dalam stadion buat pertandingan pertama mereka nanti malam, Minggu (31/8/2008).
"Fiorentina akan meniru sistem yang dipakai di Spanyol, di mana kedua presiden duduk bersebelahan di saat pertandingan, dan makan malam bersama setelah itu. Ide ini akan sangat baik untuk sepakbola Italia," tutur Della Valle kepada Gazzetta dello Sport.
Tidak hanya itu, Fiorentina adalah juga pelopor di musim lalu saat memberlakukan 'Terzo Tempo atau 'Babak Ketiga', di mana tim tuan rumah menunggu bersalaman dengan tim tamu setelah peluit panjang berbunyi.
"Di lapangan kita harus selalu memiliki agresi terkait olahraga, dan kami ingin terus mengalahkan Juventus sampai 3.000 tahun ke depan. Tapi jangan lupa, kita membicarakan sebuah pertandingan sepakbola di sini," imbuh pengusaha sepatu dan kulit itu, yang membeli Fiorentina di tahun 2002 setelah mengalami kebangkrutan. (a2s/din)











































