Setelah bergelimang kesuksesan bersama Barcelona, Guardiola melatih Bayern mulai musim panas lalu. Dia menggantikan Jupp Heynckes, yang mempersembahkan treble pada musim 2012/2013.
Melihat pencapaian luar biasa Heynckes, banyak pihak yang penasaran dengan apa yang akan dilakukan Guardiola untuk melebihinya. Untuk sekadar menyamainya saja tentu bukan pekerjaan sederhana.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selebihnya, Bayern hampir selalu meraih kemenangan dan kemenangan. Mereka juga sudah mengamankan titel Piala Super Eropa, Piala Dunia Antarklub, dan Bundesliga. Bahkan, untuk titel yang disebut terakhir, Bayern melakukannya dengan mencatat rekor waktu tercepat.
Bayern masih punya kesempatan untuk menambah dua gelar lagi pada musim ini. Mereka masih bertahan di DFB-Pokal dan Liga Champions.
"Saya sangat mengenal Pep dan saya tahu betapa cerdasnya dia. Sangat jelas bagi saya bahwa dia tidak bergabung dengan klub ini dengan tujuan untuk merombaknya habis-habisan," ujar Cruyff kepada tz Munich.
"Dia adalah seseorang yang memodifikasi proses. Kalau sesuatu bagus, dia memodifikasi detail-detailnya. Dan itulah kelebihannya," lanjutnya.
"Itulah yang menjadikannya seorang pelatih yang bagus. Dia menyadari bagaimana untuk mengoptimalkan sesuatu yang sudah bagus," kata Cruyff.
"Tak ada kesempurnaan dalam sepakbola. Itu mustahil. Akan selalu ada kesalahan dalam permainan ini. Tapi, pelatih dan klub ini menyatu dengan sangat baik. Saya pikir chemistry antara dia dan Bayern sempurna," ujar orang yang pernah melatih Guardiola di Barca ini.
(mfi/raw)











































