Kylian Mbappe tak masalah dikritik sebagai pemain yang malas membantu pertahanan. Ia mengakui bahwa dirinya memang malas bertahan.
Tak ada yang meragukan ketajaman Kylian Mbappe di depan gawang. Ia sudah menunjukkan kapasitasnya sebagai mesin gol sejak membela AS Monaco, Paris Saint-Germain, hingga kini berseragam Real Madrid.
Ia terus konsisten mampu jadi tumpuan gol Madrid. Pada musim ini, penyerang asal Prancis tersebut telah bikin 38 gol dari 35 laga di semua ajang bersama El Real.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, Mbappe sering kali dikritik karena sangat jarang membantu timnya bertahan. Ia minim kontribusi saat timnya tak menguasai bola.
Mbappe bahwa dirinya jarang membantu pertahanan. Kelemahan tersebut kerap kali menyulitkan timnya. Mengingat di sepakbola modern setiap pemain diharapkan bisa ikut melakukan pressing.
Mbappe menutupi kelemahannya tersebut dengan harus memberikan dampak lain pada tim. Penyerang 27 tahun ini selalu berusaha tampil tajam karena fokusnya bikin gol.
Ia tak masalah atas kritik karena dianggap malas bertahan. Kritik tersebut hal bagus untuk kariernya.
"Saya adalah pemain yang lebih jarang bertahan dibandingkan pemain lain, dan terkadang itu bisa menjadi masalah. Memang benar saya lebih jarang bertahan, tetapi saya menyadari bahwa ketika saya melakukannya, saya harus memberikan dampak lain pada tim," ujar Mbappe dikutip dari The Bridge Podcast.
"Di Real Madrid, ketika saya melakukannya, Anda bisa melihat bahwa pemain lain juga melakukannya. Mereka mengkritik saya karena itu, dan itu tidak mengganggu saya, karena itu kritik yang membangun," jelasnya.
Baca juga: Mbappe saja Ngeri Lihat Timnas Prancis |
(pur/mrp)











































