Mafia Kroasia di Sepakbola Jerman
Kamis, 27 Jan 2005 22:36 WIB
Jakarta - Kasus pengaturan hasil pertandingan oleh wasit, disinyalir karena ancaman mafia Kroasia. Inilah skandal terbesar persepakbolaan Jerman dalam 34 tahun terakhir.Kasus pengaturan skor menjadi isu yang paling panas di sepakbola Jerman saat ini. Puncaknya yaitu ketika wasit Robert Hozyer resmi dijadikan tersangka kasus pengaturan skor dalam pertandingan Piala Liga Jerman antara Hamburg SV dan SC Paderborn Agustus 2004.Hingga saat ini Hozyer masih diperiksa oleh kepolisian Jerman. Dan perkembangan masalah ini menjadi sangat menarik, karena diketahui bahwa mafia Kroasia yang beroperasi di Berlin ikut terlibat."Kini diketahui bahwa dia (Hozyer) melakukan hubungan dengan kelompok Kroasia di Berlin," ujar juru bicara Federasi Sepakbola Jerman (DBF), Harald Stenger, seperti dilansir AFP, Kamis (27/1/2005). Lebih lanjut lagi Stenger menjelaskan bahwa DBF meyakini bahwa Hozyer telah melakukan aksi serupa di lima pertandingan lain.Pada pertandingan Hamburg vs Padeborn, Hozyer mengkartu merah strker Hamburg di babak pertama dan memberikan dua penalti untuk Padeborn. Wajar saja jika kemudian Pedeborn akhirnya menang 4-2. Selanjutnya diketahui bahwa pada pertandingan tersebut seorang warga Kroasia memasang teruhan sebesar 500 ribu euro untuk kemenangan Pedeborn. Keterlibatan mafia Kroasia juga diperkuat dengan kesaksian asisten wasit Felix Zwayer, yang mengatakan bahwa dirinya mendapat ancaman dari mafia Kroasia sebelum pertandingan divisi 2 Liga Jerman antara Rot-Weiss Essen dan FC Cologne Oktober silam.Saat ini DBF juga memeriksa kemungkinan adanya wasit lain yang juga melakukan match fixing. Salah satu yang diperiksa ialah Dominik Marks, yang memimpin pertandingan saat Herta Berlin menang 2-1 atas Armenia Bielfeld 11 Agustus tahun lalu.Skandal besar dalam sepakbola Jerman terakhir kali terjadi tahun 1971. Saat itu 53 pemain dari tujuh klub yang berbeda dikenakan sanksi mulai dari denda hingga larangan bermain seumur hidup, juga karena terlibat pengaturan hasil pertandingan. Dua klub, Arminia Bielefeld dan Kickers Offenbach diturunkan ke divisi yang lebih rendah. Sementara presiden dan pelatih klub tersebut juga dihukum. (lom/)











































