Skandal Mafia di Sepakbola Jerman
Hamburg Dapat Kompensasi
Sabtu, 12 Feb 2005 10:02 WIB
Jakarta - Hamburg SV akan menerima kompensasi sebesar dua juta euro atas kerugian yang diakibatkan karena ulah Robert Hoyzer. Kota Hamburg juga mendapatkan hak untuk menggelar pertandingan internasional. Kota Hamburg akan mendapatkan jatah menggelar partai persahabatan Jerman versus Cina atau Jepang bulan Oktober mendatang. Sementara Hamburg SV akan menerima uang kompensasi sebesar 500.000 euro plus 1.5 juta euro dari pemasukan pertandingan tersebut. Sebelumnya Hamburg mengajukan tuntutan pertandingan ulang atas hasil babak pertama Piala Jerman lalu. Ketika itu mereka takluk 2-4 dari klub divisi tiga SC Paderborn, karena Hoyzer menghadiahi Paderborn dua penalti kontroversial. Dalam sebuah kesaksian, wasit 25 tahun itu mengaku kalau dirinya dibayar untuk melakukan pengaturan skor dalam pertandingan itu. Setelah menjalani pembicaraan selama lima jam dengan Asosiasi Sepakbola Jerman (DFB), Hamburg akhirnya setuju untuk menarik tuntutan mereka. Sebagai ganti, DFB akan memberi kompensasi. Meski dirugikan, namun Hamburg menyatakan mereka bisa menerima keputusan tersebut. Lebih jauh, klub peserta Bundesliga ini menyatakan bahwa pihaknya sudah benar mengajukan tuntutan. "Kami hanya mencoba membela diri. Di saat yang sama kami mencegah sepakbola Jerman menderita kerusakan lebih parah," ucap ketua umum Hamburg Bernd Hoffmann seperti dikutip Reuters, Sabtu (12/2/2005). Kasus Hoyzer menjadi skandal terbesar yang melanda sepakbola Jerman dalam kurun waktu 30 tahun. Tahun 1971 pernah terjadi skandal yang sama yang melibatkan 18 tim kuat divisi I. Ketika itu tiga pemain klub Schalke yaitu Klaus Fischer, Klaus Fichtel dan Rolf Ruessmann terbukti melakukan manipulasi saat melawan Arminia Bielefeld. (mel/)











































