sepakbola

Guardiola Dianggap Cuma Main-Main di Bayern

Terpopuler Jadwal Pertandingan Klasemen Liga Hasil Pertandingan Man of The Match Gila Bola Foto Video

Guardiola Dianggap Cuma Main-Main di Bayern


Mohammad Resha Pratama - detikSepakbola

REUTERS/Michael Dalder
REUTERS/Michael Dalder
Munich -

Setelah menolak kontrak baru dari Bayern Munich, Pep Guardiola lantas mengumumkan bakal melatih Manchester City musim depan. Hal ini membuat Guardiola dianggap main-main dan tak serius selama di Bayern.

Hal ini diutarakan eks pesepakbola Jerman dan juga Bayern, Dietmar Hamann, terkait keputusan Guardiola untuk pergi dari klub Bavaria itu. Guardiola mengumumkan kepergiannya sebelum libur Natal dan Tahun Baru lalu.

Untuk kemudian pekan lalu, Guardiola resmi diangkat sebagai manajer baru City mulai musim depan. Ini artinya City sudah mewujudkan mimpinya untuk merekrut Guardiola, yang sebenarnya sudah diincar sejak 2012.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pernyataan City itu kemudian yang dipermasalahkan Hamann. Menurut pria 43 tahun tersebut, Guardiola berarti cuma main-main selama tiga tahun menangani Bayern dan hanya menjadikan batu loncatan untuk berkarier di Premier League.

"Menurut saya, Guardiola cuma main-main di Bayern," ujar Hamann seperti dilansir Mirror.

"Jika Anda melihat situasinya secara keseluruhan, maka itu tidak wajar. Saya terkejut meliaht Bayern membiarkan ini terjadi. Saya rasa Bayern mulai kehilangan rasa hormatnya kepad Guardiola, karena dia tidak pernah mau tampil maksimal. Cara pandang Bayern tentu akan berbeda dibanding enam pekan lalu," sambungnya.

"Bayern memberikan kekuasaan berlebihan untuk pelatihnya dibanding dua tahun terakhir ini dan mungkin mereka tidak menyadari itu. Anda mungkin akan dianggap konyol jika mengkritik Pep. Dia dianggap sebagai orang suci."

Selama tiga tahun menangani Bayern, Guardiola hanya tinggal kurang melengkapi raihan gelar Liga Champions setelah dua musim selalu mentok di semifinal.'

"Saya tidak akan berkomentar terlalu jauh dengan bilang bahwa mereka sudah memilih pelatih yang salah, tapi ujian terberatnya adalah Liga Champions. Jika mereka gagal lagi seperti dua tahun terakhir ini, era Pep di klub cuma bagus, tapi tidak hebat," tutupnya


(mrp/nds)











Hide Ads