Setelah menolak kontrak baru dari Bayern Munich, Pep Guardiola lantas mengumumkan bakal melatih Manchester City musim depan. Hal ini membuat Guardiola dianggap main-main dan tak serius selama di Bayern.
Hal ini diutarakan eks pesepakbola Jerman dan juga Bayern, Dietmar Hamann, terkait keputusan Guardiola untuk pergi dari klub Bavaria itu. Guardiola mengumumkan kepergiannya sebelum libur Natal dan Tahun Baru lalu.
Untuk kemudian pekan lalu, Guardiola resmi diangkat sebagai manajer baru City mulai musim depan. Ini artinya City sudah mewujudkan mimpinya untuk merekrut Guardiola, yang sebenarnya sudah diincar sejak 2012.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Menurut saya, Guardiola cuma main-main di Bayern," ujar Hamann seperti dilansir Mirror.
"Jika Anda melihat situasinya secara keseluruhan, maka itu tidak wajar. Saya terkejut meliaht Bayern membiarkan ini terjadi. Saya rasa Bayern mulai kehilangan rasa hormatnya kepad Guardiola, karena dia tidak pernah mau tampil maksimal. Cara pandang Bayern tentu akan berbeda dibanding enam pekan lalu," sambungnya.
"Bayern memberikan kekuasaan berlebihan untuk pelatihnya dibanding dua tahun terakhir ini dan mungkin mereka tidak menyadari itu. Anda mungkin akan dianggap konyol jika mengkritik Pep. Dia dianggap sebagai orang suci."
Selama tiga tahun menangani Bayern, Guardiola hanya tinggal kurang melengkapi raihan gelar Liga Champions setelah dua musim selalu mentok di semifinal.'
"Saya tidak akan berkomentar terlalu jauh dengan bilang bahwa mereka sudah memilih pelatih yang salah, tapi ujian terberatnya adalah Liga Champions. Jika mereka gagal lagi seperti dua tahun terakhir ini, era Pep di klub cuma bagus, tapi tidak hebat," tutupnya
(mrp/nds)











































