Dortmund Diminta Imbangi Permainan Keras Lawan

Dortmund Diminta Imbangi Permainan Keras Lawan

Okdwitya Karina Sari - Sepakbola
Selasa, 04 Okt 2016 19:01 WIB
Dortmund Diminta Imbangi Permainan Keras Lawan
Foto: REUTERS/Thilo Schmuelgen
Dortmund - Pelatih Borussia Dortmund Thomas Tuchel sempat mengeluhkan permainan keras yang diperagakan sejumlah lawanya. Mario Goetze dkk. kini dituntut mengimbanginya.

Protes Tuchel itu terjadi usai kekalahan Dortmund 0-2 di markas Bayer Leverkusen, akhir pekan lalu. Di pertandingan itu, Die Borussen memang hanya membuat tujuh pelanggaran sedangkan Leverkusen membuat 21 pelanggaran.

[Baca Juga: Tuchel Kritik Permainan Keras Leverkusen]

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Leverkusen bereaksi dengan menepis tudingan Tuchel. Sedangkan pemain Mainz, Stefan Bell, yang pernah dilatih Tuchel justru menyerang mantan bosnya itu dengan mengatakan, "dia adalah seorang pecundang yang buruk."

Faktanya sejauh musim ini Dortmund tercatat paling fair di Bundesliga. 'Si Kuning-Hitam' cuma membuat 46 pelanggaran, paling sedikit di antara tim-tim lainnya. Namun, Dortmund dilanggar sebanyak 114 kali, satu di belakang Ingolstadt, tapi dilanggar 40 lebih banyak daripada Bayern Munich.

CEO Dortmund Hanz-Joachim Watzke pun ikut berkomentar. Watzke membela Tuchel sembari meminta skuatnya 'membalas api dengan api'.

"Mungkin kami mestinya melakukan tekel-tekel lebih keras dan melupakan tentang memenangi penghargaan fair play," cetus Watzke kepada Bild, yang dilansir Sky Sports.

"Faktanya, orang-orang bermain sangat agresif melawan kami dan itu tidak ada hubungannya dengan menjadi pencundang yang buruk."

"Dortmund selama ini selalu menjadi tim paling fair dalam beberapa musim terakhir dan kami seharusnya melihat apakah permainan yang lebih keras ini menjadi sebuah tren," imbuh Watzke.


(rin/mfi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads