Tim muda, Leipzig, melaju kencang musim ini. Leipzig kokoh di puncak papan klasemen hingga pekan ke-11 Bundesliga dengan nilai 27 (delapan kali menang dan tiga kali seri). Klub berjuluk Die Bullen itu belum tersentuh satupun kekalahan sampai saat ini.
Namun seiring dengan sukses itu, Leipzig--yang dibangun pada tahun 2009 oleh Red Bull--masih dianggap klub yang patut dibenci oleh publik Jerman. Mereka dianggap sebagai klub instan yang cuma jadi alat promosi perusahaan minuman berenergi asal Austria tersebut. Jerman memang dikenal memiliki tradisi sepakbola yang kuat dan suporter yang fanatik terhadap klub mereka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya tak mempunyai waktu untuk berurusan dengan komentar mereka, sebab setiap pekannya saya memiliki banyak hal yang harus diselesaikan. Makanya saya tak meresponds soal yang seperti ini menjelang pertandingan. Saya sama sekali tak terpikirkan.
"Kami tak lantas berlari berkeliling, bersorak, dan memberikan ucapan selamat kepada diri kami sendiri. Kami tak memerlukannya. Faktanya kami bermain bagus dan laju bagus saat ini membantu mendongkrak kepercayaan diri kami di atas lapangan. Kami tahu dari mana kami berasal. Kami menyadari kalau kami adalah tim yang masih muda dan paham kalau kami tak memiliki pengalaman panjang di Bundesliga," ucap dia.
(fem/mfi)











































