Komentar itu dilontarkan oleh pemain legendaris Bayern Stefan Effenberg dalam wawancaranya dengan T-Online. Keyakinan tersebut muncul seiring transfer Neymar ke Paris St. Germain, yang memecahkan rekor transfer pemain termahal dunia.
PSG berani menebus bintang sepakbola Brasil itu seharga 222 juta euro untuk mengeluarkannya dari Barcelona. Transfer itu kian memperlihatkan keseriusan Les Parisiens menjadi kekuatan baru di sepakbola Eropa, khususnya Liga Champions.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Padahal sejak juara pada 2001, Die Roten baru sekali menaklukkan Eropa pada 2013 lalu. Setelahnya, Manuel Neuer dkk. mentok di semifinal, bahkan musim lalu terhenti di perempatfinal setelah disingkirkan Real Madrid.
"Tidak akan mudah untuk Bayern -- justru sebaliknya," kata Effenberg. "Anda lihat bagaimana tim-tim lain meningkat ketika 222 juta euro diinvestasikan pada Neymar. Paris sudah jelas sekarang di antara favorit Liga Champions. Mereka lapar dan punya banyak opsi."
"Kalau [Presiden Bayern] Uli Hoeness kemudian bilang secara terbuka 'tidak, kami tidak siap membayar', tapi apa yang terjadi berlanjut, kemudian jarak di antara klub-klub ini semakin lebar," sambung mantan pemain yang pernah enam tahun membela Bayern itu.
"Tidak, saya tidak akan terkejut," jawab Effenberg saat ditanya apakan dia akan kaget kalau Bayern tidak juara Liga Champions di dekade berikutnya.
"Ini adalah sebuah hasil dari klausul rilis yang dibayar. Paris, Barcelona, Real Madrid, dan juga klub-klub Inggris dengan kemungkinan-kemungkinan mereka. Kalau Bayern tidak melakukannya, jaraknya akan kian besar dan besar. Dan sekarang (jarak) sudah besar," dia menambahkan.
(rin/cas)










































