sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Kamis, 16 Apr 2020 16:44 WIB

Jika Liga Jerman Mulai Lagi Bulan Depan, Hampir Pasti Tanpa Penonton

Adhi Prasetya - detikSport
GLASGOW, SCOTLAND - MARCH 12: Bayern 04 Leverkusen fans enjoy the pre match atmosphere prior to the UEFA Europa League round of 16 first leg match between Rangers FC and Bayer 04 Leverkusen at Ibrox Stadium on March 12, 2020 in Glasgow, United Kingdom. (Photo by Ian MacNicol/Getty Images) Suporter dilarang hadir ke stadion jika Bundesliga kembali digulirkan dalam waktu dekat. Foto: Getty Images/Ian MacNicol
Berlin -

Liga Jerman bisa saja kembali bergulir bulan depan. Tapi jika hal itu benar-benar terjadi, pertandingan hampir dipastikan tak bakal dihadiri penonton.

Diberitakan Deutsche Welle, Kanselir Jerman Angela Merkel mengumumkan bahwa aturan lockdown secara perlahan akan mulai dicabut pada Senin (20/4/2020) mendatang. Toko-toko kecil sudah diperbolehkan buka pada tanggal tersebut, walaupun masih harus menaati aturan jaga jarak (physical distancing).

Sekolah pun akan dibuka lagi pada 4 Mei. Meski begitu, event dengan jumlah massa besar seperti pertandingan olahraga dan konser dilarang sampai 31 Agustus mendatang.

Keputusan itu membuat Liga Jerman bisa saja baru bergulir pada September mendatang. Atau, jika izin memulai kembali kompetisi sudah diberikan pada Mei, mereka harus menggelar pertandingan tanpa penonton.

Sejauh ini, Deutsche Fussball Liga (DFL) selaku operator Liga Jerman sudah berancang-ancang untuk memutar kembali roda kompetisi. Hal ini agar klub-klub Jerman bisa mendapat hak siar televisi, di mana mereka cukup bergantung pada pemasukan dari sektor tersebut.

Rencananya, kompetisi akan dimulai kembali pada Mei dan selesai di bulan Juni. Meski begitu, belum ada kepastian apapun terkait hal ini.

Klub-klub Bundesliga sendiri sudah mulai kembali berlatih sejak awal April, meski dilakukan dalam kelompok-kelompok kecil dan para pemain serta staf pelatih harus saling jaga jarak.

Di Jerman, virus corona sudah menyerang lebih dari 134 ribu orang hingga Kamis (16/4) sore WIB. Sebanyak 3.804 orang meninggal dunia, tapi 77 ribu lainnya sudah sembuh.



Simak Video "Kesalnya Kanselir Jerman Karena Alexei Navalny Diracun "
[Gambas:Video 20detik]
(adp/krs)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com