sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Kamis, 08 Okt 2020 19:55 WIB

Douglas Costa ke Bayern, Memang Butuh atau Panic Buying?

Adhi Prasetya - detikSport
MUNICH, GERMANY - NOVEMBER 05:  Douglas Costa of FC Bayern Muenchen runs with the ball during the Bundesliga match between Bayern Muenchen and TSG 1899 Hoffenheim at Allianz Arena on November 5, 2016 in Munich, Germany.  (Photo by Boris Streubel/Getty Images) Costa kembali ke Bayern. Foto: Getty Images/Boris Streubel
Jakarta -

Kembalinya Douglas Costa ke Bayern Munich menimbulkan pertanyaan. Apakah ia betul-betul berguna untuk tim atau hanya sekadar panic buying?

Costa dilepas ke Juventus pada 2017 lalu. Kepindahannya ke Turin dikecam oleh Presiden Bayern saat itu, Uli Hoeness. Ia menyebut winger Brasil itu sebagai 'tentara bayaran', dan karakternya pun tak disukai manajemen.

Namun sekarang Hoeness sudah lengser, dan pelatih Hansi Flick pun memilih mengambilnya jelang bursa transfer ditutup. Costa resmi dipinjam lagi selama semusim dari Juventus.

Flick butuh pemain sayap tambahan, mengingat ia hanya punya Serge Gnabry sebagai winger kanan. Di sebelah kiri memang sudah ada Kingsley Coman dan Leroy Sane, namun keduanya 'berkaki kaca' alias rentan cedera.

Masuknya Costa diperkirakan hanyalah solusi jangka pendek untuk menambal lubang-lubang yang mungkin muncul di tengah musim. Sebab, sebelumnya Bayern mengincar Thomas Lemar dan Callum Hudson-Odoi, namun gagal direkrut.

Kedatangannya yang menimbulkan pro dan kontra membuat Harian BILD membahas plus minus hadirnya Costa ke Allianz Arena lewat dua jurnalis mereka, Christian Falk dan Marcel Braune. Falk setuju dengan transfer Costa, sedangkan Braune menolaknya.



Falk berpendapat walaupun Costa merupakan seorang 'tentara bayaran', namun ia akan tetap menjalankan tugas sebagaimana mestinya bersama Bayern. Selain itu, Flick diyakini bisa membuat Costa kembali bersinar di lapangan.

"Ide kembalinya Costa ke Bayern sudah ada sejak Januari lalu. Rekan setimnya tak akan mau Costa bergabung jika mereka tak yakin dengan skill-nya," kata Falk.

"Costa juga sudah membuktikan kualitasnya selama enam bulan pertamanya di Bayern. Hansi Flick adalah pelatih yang tepat untuk mengeluarkan lagi kualitas yang dia miliki. Lihat saja Thomas Mueller and Jerome Boateng," katanya.

Sementara itu, Braune tak sepakat dengan kembalinya Costa. Alasannya, pemain 30 tahun itu rentan cedera dan banyak ulah juga selama di Juventus.

"Bayern mengincar Thomas Lemar atau Callum Hudson-Odoi untuk menjadi solusi di posisi sayap, namun mereka malah mendapat Douglas Costa, sebuah pembelian darurat yang bisa menimbulkan keresahan," kata Braune.

"Di periode pertamanya di Bayern, Costa terjeblos ke dalam lubang setelah tampil bagus di beberapa bulan awal, tapi masih meminta kenaikan gaji. Saat tak dapat, dia malah mau pindah."

"Seorang pemain rentan cedera kembali setelah absen di 42 laga bersama Juventus selama dua musim terakhir. Di Italia, orang senang melihat dia pergi (dari Juventus)."

Menarik dinanti, seperti apa kiprah Costa selama semusim ke depan, dan opini siapa yang akan terbukti benar. Kalian fans Bayern, setuju atau tidak Douglas Costa bergabung kembali?

(adp/krs)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com