Chelsea Bisa Saja Ngomong Gini ke Bayern Munich: Iri Bilang, Bos!

Afif Farhan - Sepakbola
Kamis, 08 Apr 2021 17:00 WIB
LONDON, ENGLAND - MAY 15:  Chelsea owner Roman Abramovich is seen prior to the Barclays Premier League match between Chelsea and Leicester City at Stamford Bridge on May 15, 2016 in London, England.  (Photo by Paul Gilham/Getty Images)
Chelsea Bisa Saja Ngomong ke Bayern Munich: Iri Bilang Bos (Getty Images/Paul Gilham)
Munich -

Bayern Munich kesal dengan Chelsea. Sebabnya, The Blues merusak skema bursa transfer di tengah pandemi dengan tetap belanja gila-gilaan.

Di tengah pandemi Corona, keuangan klub-klub sepakbola di dunia termasuk di Eropa tercekik. Pemasukan berkurang, karena banyak sponsor tarik diri.

Seperti kita tahu, biasanya sesi pramusim ada tur yang dilakukan klub-klub ke berbagai negara dari berbagai sponsor. Tentu, itu adalah aliran dana yang segar buat neraca klub.

Apa daya, pandemi mengacaukan segalanya. Alhasil, dua bursa transfer (musim panas dan musim dingin) yang sudah dilewati sepi betul.

Cuma satu klub yang rasa-rasanya tidak berdampak dari pandemi Corona. Itu adalah Chelsea.

Chelsea tetap belanja gila-gilaan di musim panas kemarin. The Blues memboyong banyak pemain seperti Kai Havertz, Timo Werner, Ben Chilwell, dan Edouard Mendy yang dikabarkan menghabiskan duit sampai Rp 4 triliun.

Malah di Juni tahun lalu, klub asal London itu masih mendapatkan untung sampai 32,5 juta paun. Chelsea tidak rugi sama sekali.

Pun jelang bursa transfer musim panas nanti, Chelsea sudah melakukan ancang-ancang. Mereka mau belanja dengan modal... Rp 5 triliun!

LONDON, ENGLAND - JANUARY 31: Kai Havertz of Chelsea interacts with team mate Timo Werner following the Premier League match between Chelsea and Burnley at Stamford Bridge on January 31, 2021 in London, England. Sporting stadiums around the UK remain under strict restrictions due to the Coronavirus Pandemic as Government social distancing laws prohibit fans inside venues resulting in games being played behind closed doors. (Photo by Julian Finney/Getty Images)Chelsea tetap belanja gila-gilaan di tengah pandemi (Getty Images/Julian Finney)

CEO Bayern Munich, Karl-Heinz Rummenigge tampak begitu kesal dengan Chelsea. Sebab, Chelsea yang gila belanja membuat klub-klub tetap mematok harga tinggi buat para pemainnya.

"Angka-angka Chelsea, terlihat sangat fantastis. Mereka telah melakukan pekerjaan dengan sangat baik," ujar Rummenigge membuka pembicaraan seperti dilansir dari The Sun.

"Kami tidak bisa seperti mereka, untuk gila belanja dan tetap untung. Kami saja tidak beli pemain dan mau potong gaji pemain, kok," lanjutnya.

DORTMUND, GERMANY - NOVEMBER 07: CEO Karl-Heinz Rummenigge of Muenchen looks on prior to the Bundesliga match between Borussia Dortmund and FC Bayern Muenchen at Signal Iduna Park on November 07, 2020 in Dortmund, Germany. Sporting stadiums around Germany remain under strict restrictions due to the Coronavirus Pandemic as Government social distancing laws prohibit fans inside venues resulting in games being played behind closed doors. (Photo by Friedemann Vogel - Pool/Getty Images)CEO Bayern Munich, Karl-Heinz Rummenigge (Friedemann Vogel - Pool/Getty Im/Pool)

Bayern Munich menurunkan 50 persen biaya pembelian pemain. Tentu, mau tidak mau Munich harus memperbarui skuad demi terus bisa melanjutkan dominasi di Bundesliga dan Liga Champions.

"Seluruh dunia dan seluruh industri sepakbola telah dirusak oleh pandemi," tegasnya.

"Kami tahu kalau pemain (potong gaji-red) dan agen untuk jual-beli pemain tidak senang, tapi itulah keadaannya. Maka bursa transfer selanjutnya akan lebih menarik, apakah bakal banyak angka-angka tinggi atau sebaliknya," tambahnya.

"Sudah satu tahun tanpa fans di stadion saja, pasti klub-klub sudah rugi," tutup Rummenigge.

(aff/krs)