Kasihan, Pemain Stuttgart Ini Jadi Korban Pemalsuan Nama dan Umur

Adhi Prasetya - Sepakbola
Selasa, 08 Jun 2021 22:45 WIB
COLOGNE, GERMANY - FEBRUARY 20: Silas Wamangituka of VfB Stuttgart during the Bundesliga match between 1. FC Koeln and VfB Stuttgart at RheinEnergieStadion on February 20, 2021 in Cologne, Germany. Sporting stadiums around Germany remain under strict restrictions due to the Coronavirus Pandemic as Government social distancing laws prohibit fans inside venues resulting in games being played behind closed doors. (Photo by Frederic Scheidemann/Getty Images)
Silas menjadi korban agen nakal. Foto: Getty Images/Frederic Scheidemann
Stuttgart -

Malang betul nasib Silas Wamangituka. Striker VfB Stuttgart itu rupanya menjadi korban pemalsuan nama dan umur.

Situs resmi Stuttgart mengumumkan hal itu pada Selasa (8/6/2021). Silas menjadi korban dari seorang agen pemain asal Belgia yang ingin memanfaatkannya.

Semua bermula saat Silas, yang bernama asli Silas Katompa Mvumpa, pergi dari negaranya, Republik Demokratik Kongo, menuju Belgia untuk menjalani trial bersama Anderlecht pada 2017.

Singkat cerita, raksasa Belgia itu tertarik merekrutnya, namun memintanya pulang dulu ke negara asalnya untuk memperbarui visa. Di sinilah semua masalah berasal. Sang agen dan seorang perantara justru membohongi Silas, menyebutnya tak akan bisa kembali ke Belgia jika pulang ke Kongo.

Karena masih belum berpengalaman, Silas menurut saja dan kemudian tinggal bersama sang agen di Paris, Prancis. Di sana, bisa dibilang Silas dikurung karena tak mengenal lingkungan sekitar. Akses ke rekening atau dokumen lainnya pun dipegang si agen.

Saat itulah sang agen mengubah nama belakangnya di dokumen menjadi Wamangituka. Umurnya pun dipalsukan. Ia yang lahir pada 6 Oktober 1998 diubah menjadi tahun 1999.

MUNICH, GERMANY - MARCH 20: Robert Lewandowski of FC Bayern Muenchen is challenged by Silas Wamangituka of VfB Stuttgart  during the Bundesliga match between FC Bayern Muenchen and VfB Stuttgart at Allianz Arena on March 20, 2021 in Munich, Germany. Sporting stadiums around Germany remain under strict restrictions due to the Coronavirus Pandemic as Government social distancing laws prohibit fans inside venues resulting in games being played behind closed doors. (Photo by Lukas Barth-Tuttas - Pool/Getty Images)Silas saat berebut bola dengan Robert Lewandowski. Foto: Getty Images/Pool

Menurut penuturan Stuttgart, pemalsuan data ini bukan untuk masalah izin tinggal di Eropa, mengingat saat itu Silas sudah 19 tahun. Diduga, sang agen dan perantaranya ingin memutuskan hubungan Silas dengan klub lamanya di Kongo.

Dengan begitu, ia bisa diatur dan diperas dengan mudah. Sebagai pemain muda dari Afrika, Silas akhirnya nurut-nurut saja demi keselamatan keluarganya. Gajinya pun tak dibayar sepenuhnya kepadanya, hanya sebagian saja yang diberikan oleh agennya.

Selama di Prancis, ia bermain untuk klub divisi bawah, Olympique Ales dan Paris FC. Baru pada musim 2019/20 ia pindah ke Stuttgart.

Saat di Jerman, barulah semuanya terkuak. Berawal dari laporan media-media yang meragukan identitas Silas, awalnya pemain kelahiran Kinshasa itu membantah dengan memberikan bukti-bukti dokumen.

Namun saat ia sudah makin betah di Stuttgart dan mulai lepas dari bayang-bayang sang agen dan si perantara, barulah ia menceritakan yang sebenarnya kepada Stuttgart.

Saat ini, Silas sudah berganti agen. Ia dan Stuttgart tengah menyeret sang agen yang tak disebut namanya ke ranah hukum. Silas juga bisa tetap tinggal di Jerman dengan paspor Kongo miliknya yang asli dan masih berlaku karena sudah bekerja sama menjernihkan situasi.

Silas merupakan andalan lini depan Stuttgart selama dua musim terakhir. Ia sudah tampil 58 kali dan mencetak 21 gol untuk Die Schwaben.

(adp/mrp)