Dipecundangi Bayern, Dortmund Tuding Wasit

Okdwitya Karina Sari - Sepakbola
Minggu, 05 Des 2021 10:30 WIB
DORTMUND, GERMANY - DECEMBER 04: Erling Haaland of Dortmund looks on as the players of Muechen celebrate the second goal during the Bundesliga match between Borussia Dortmund and FC Bayern M√ľnchen at Signal Iduna Park on December 04, 2021 in Dortmund, Germany. (Photo by Joosep Martinson/Getty Images)
Jude Bellingham dan Erling Haaland kesal dengan keputusan-keputusan wasit saat Borussia Dortmund dikalahkan Bayern Munich 2-3. (Foto: Getty Images/Joosep Martinson)
Dortmund -

Borussia Dortmund dipaksa mengakui keunggulan Bayern Munich 2-3. Namun, Jude Bellingham dan Erling Haaland kesal dengan keputusan-keputusan wasit Felix Zwayer.

Dortmund menjadi tuan rumah pada Der Klassiker pertama di musim ini yang digelar di Signal Iduna Park, Minggu (5/12/2021) dinihari WIB. Laga berlangsung seru setelah Die Borussen mengejutkan tim tamu dengan gol Julian Brandt di lima menit pertama.

Robert Lewandowski menciptakan gol penyama Bayern empat menit kemudian, lalu tim tamu berbalik unggul setelah Kingsley Coman mencetak gol jelang turun minum. Di awal babak kedua, Haaland menyeimbangkan permainan dengan golnya tapi gol penalti Lewandowski memastikan Bayern keluar sebagai pemenang.

Hadiah penalti diberikan kepada Bayern usai Mats Hummels dianggap melakukan handball dalam situasi sepak pojok. Rekaman pertandingan memperlihatkan, Hummels berada di belakang Bellingham lalu mencoba menanduk bola kemudian mengenai tangannya. Bagi Bellingham, insiden itu tidak layak diganjar penalti.

Dalam komentarnya setelah pertandingan, pemain internasional Inggris itu turut mengungkit masa lalu kelam Zwayer. Pada 2005, mantan wasit Robert Hoyzer diketahui menerima suap untuk mengatur pertandingan Bundesliga 2 di mana Zwayer ikut terlibat di dalamnya.

"Bagiku itu bukan penalti," ucap Bellingham usai pertandingan dilansir Metro. "Hummels bahkan tidak melihat bolanya dan dia berjuang mendapatkannya. Bolanya mengenai dia dan aku bahkan tidak mengira dia melihat bolanya."

"Anda bisa melihat banyak keputusan di dalam pertandingan tadi. Anda menugaskan seorang wasit yang pernah, Anda tahun, terlibat pengaturan skor, pertandingan terbesar di Jerman, apa yang Anda harapkan?" sembur pemain Borussia Dortmund berusia 18 tahun itu.

Haaland kaget betul ketika Zwayer memilih tidak melihat monitor VAR di tepi lapangan setelah Marco Reus jatuh ketika berduel dengan Lucas Hernandez di dalam kotak penalti pada babak kedua.

"Tadi itu skandal menyangkut wasitnya. Itu kan jelas penalti. Aku bertanya kepada dia mengapa Anda tidak pergi untuk melihat monitor. Dia bilang tidak perlu. Aku harus tenang sedikit sekarang tapi dia tadi arogan," sembur striker Norwegia itu.

"Dia itu wasit yang sangat arogan dan sepertinya dia menginginkan agar berada di headline dan dia akan mendapatkannya sekarang karena dia membuat begitu banyak kesalahan. Dia bukan seorang wasit yang bagus. Ini sulit dan ini sialan," ceplos Haaland usai laga Dortmund vs Bayern.

(rin/adp)