Borussia Dortmund Tersingkir, Alarm buat Bundesliga?

Yanu Arifin - Sepakbola
Kamis, 25 Nov 2021 12:40 WIB
LISBON, PORTUGAL - NOVEMBER 24: Thomas Meunier  of Borussia Dortmund reacts during the UEFA Champions League group C match between Sporting CP and Borussia Dortmund at Estadio Jose Alvalade on November 24, 2021 in Lisbon, Portugal. (Photo by Octavio Passos/Getty Images)
Pemain Borussia Dortmund, Thomas Meunier, meratapi gawangnya yang kebobolan pemain Sporting CP di matchday kelima Liga Champions. (Foto: Octavio Passos/Getty Images)
Lisbon -

Borussia Dortmund tersingkir dari Liga Champions musim ini. Kekalahan itu dinilai bisa menjadi alarm buat Bundesliga.

Dortmund angkat kaki dari Liga Champions 2021/2022. Kekalahan dari Sporting CP di matchday kelima menjadi penyebabnya.

Bermaain di Estadio Jose Alvalade, Lisbon, Kamis (25/11/2021), Dortmund dihajar 1-3. Hasil itu menempatkan Marco Reus dkk di posisi ketiga Grup B dengan 6 poin, di bawah Ajax (15) dan Sporting (9).

Hasil itu membuat laju angin-anginan Dortmund berlanjut. Kekalahan dari Sporting menjadi kekalahan ketiga yang ditelan dari lima laga terakhir, dengan dua hasil jeblok lainnya didapat kala ditekuk Ajax 1-3 dan dibungkam RB Leipzig 1-2 di Liga Jerman.

Di bawah arahan Marco Rose, Dortmund masih tampil angin-anginan. Dari 20 laga yang dipimpinnya, tujuh kekalahan sudah diderita Die Borussen.

Dan Dortmund kini menjadi tim kedua Jerman yang tersingkir di Liga Champions, setelah RB Leipzig. Wolfsburg masih punya kans di matchday terakhir, sementara Bayern Munich sudah lolos ke 16 besar.

"Ini kekalahan yang mengerikan," kata pelatih Marco Rose setelah pertandingan.

"Target kami adalah berada di tiga kompetisi tahun depan. Sekarang kami malah tersingkir dari Liga Champions. Itu pukulan besar," ungkapnya.

Menurut Forbes, kekalahan Dortmund sendiri bisa menjadi sinyal genting buat Bundesliga. Kompetisi Liga Jerman itu sedang disorot karena berbagai persoalan.

Di antaranya soal isu vaksinasi, di mana beberapa bintang Bundesliga menolak suntikan penangkal virus corona tersebut. Kemudian soal kepemilikan saham 50+1 juga sedang digoyang, yang banyak dipertanyakan di tengah pandemi.

Terlebih, saham Bundesliga juga masih kalah dari Premier League, bahkan terancam tertinggal dari Serie A. Situasi itu dinilai makin menunjukkan kemerosotan Bundesliga, yang berpotensi sulit menggaet investor.

Dan kekalahan Dortmund dinilai bisa menjadi sinyal bahaya buat Bundesliga.

(yna/nds)