ADVERTISEMENT

Hamann: Bayern Butuh Gelandang Pekerja

Putra Rusdi K - Sepakbola
Kamis, 04 Agu 2022 08:45 WIB
Soccer Football - DFL Super Cup - RB Leipzig v Bayern Munich - Red Bull Arena, Leipzig, Germany - July 30, 2022  Bayern Munichs Serge Gnabry celebrates scoring their fourth goal with teammates REUTERS/Annegret Hilse DFL REGULATIONS PROHIBIT ANY USE OF PHOTOGRAPHS AS IMAGE SEQUENCES AND/OR QUASI-VIDEO.
Dietmar Hamann merasa Bayern Munich membutuhkan gelandang pekerja (Foto: REUTERS/ANNEGRET HILSE)
Munich -

Dietmar Hamann mengkritik Bayern Munich yang tak mendatangkan gelandang pekerja. Die Bavaria dianggapnya memiliki terlalu banyak pemain gemar menguasai bola.

Bayern terbilang aktif di bursa transfer musim panas ini. Die Roten total mendatangkan lima pemain anyar.

Lima rekrutan anyar Bayern tersebut adalah Matthijs de Ligt dari Juventus (67 juta euro), Sadio Mane dari Liverpool (32 juta euro), Mathys Tel dari Rennes (20 juta euro), Ryan Gravenbech dan Noussair Mazraoui dari Ajax Amsterdam. Gravenbech merapat dengan 18,5 juta euro, sedangkan Mazraoui didatangkan dengan free transfer.

Padahal, mereka hanya kehilangan dua pemain intinya di bursa transfer kali ini. Keduanya adalah Robert Lewandowski yang ke Barcelona, serta Niklas Suele yang pindah ke Borussia Dortmund.

Namun, sepak terjang Bayern di bursa transfer ini dikritik oleh mantan pemainnya, Dietmar Hamann. Ia menilai transfer Bayern tak semuanya sesuai dengan kebutuhan tim.

Hamman menilai Bayern membutuhkan gelandang pekerja. Pasalnya, Bayern menurutnya terlalu banyak memiliki pemain yang gemar berlama-lama dengan bola.

"Terlalu banyak pemain yang ingin unjuk gigi dan itu tidak baik. Saya merasa Bayern memiliki satu atau dua terlalu banyak," ujar Hamann dikutip dari Sky Sport.

"Mereka membeli pemain dengan baik - di atas kertas dan dalam hal nama. Hanya Anda yang juga membutuhkan pengangkut air dan pekerja. Anda tidak bisa hanya memiliki pemain yang ingin tampil di depan dan berkata: Sayalah orangnya. Apakah mereka bisa memadukannya di sana, saya ingin tahu," jelasnya.

(pur/mrp)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT