Bayern Masih Belum Menyerah Kejar Leverkusen

Bayern Masih Belum Menyerah Kejar Leverkusen

Okdwitya Karina Sari - Sepakbola
Sabtu, 09 Mar 2024 02:00 WIB
ROME, ITALY - FEBRUARY 14: Eric Maxim Choupo-Moting of FC Bayern MΓΌnchen, Harry Kane of FC Bayern MΓΌnchen and Joshua Kimmich of FC Bayern MΓΌnchen look dejected after the UEFA Champions League 2023/24 round of 16 first leg match between SS Lazio and FC Bayern MΓΌnchen at Stadio Olimpico on February 14, 2024 in Rome, Italy. (Photo by Matteo Ciambelli/DeFodi Images via Getty Images)
Foto: DeFodi Images via Getty Images/DeFodi Images
Munich -

Bayern Munich tertinggal 10 poin dari Bayer Leverkusen dalam persaingan Bundesliga. Thomas Tuchel menegaskan, Bayern masih belum menyerah menyusul rivalnya itu.

Die Roten terancam gagal juara liga untuk pertama kalinya selama lebih dari satu dekade. Sepuluh poin bukan jarak yang sedikit, terlebih Bundesliga 2023/24 tinggal menyisakan 10 pertandingan saja.

Di sisi lain Leverkusen begitu tangguh. Pasukan Xabi Alonso itu baru saja memecahkan rekor tidak terkalahkan terpanjang, termasuk memenangi sembilan dari sepuluh pertandingan liga terakhirnya. Die Werkself kini menatap titel Liga Jerman pertama dalam sejarah klub.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Peluang juara Bayern Munich memang masih terbuka, tapi sungguh berat. Bayern mesti memenangi seluruh laga sisa, sembari mengharap Leverkusen terpeleset di sejumlah pertandingan di depan.

Misi Bayern memelihara asa juara akan dimulai dengan laga kandang melawan Mainz pada Sabtu (9/3) malam WIB. Bayern tidak akan menyerah tanpa perlawanan.

ADVERTISEMENT

"Kami belum menyerahkan titel juaranya," cetus pelatih Bayern itu di ESPN. Ada batasan antara menyerah dan sebuah pernyataan niat -- dan itu disebut kenyataan."

"Jaraknya memang sangat besar. Itu realistis. Bagi kami, ini tentang menjadi lebih stabil dan menemukan stabilitas yang baru. Hal itu selalu mulai dengan langkah selanjutnya. Kami perlu menang, menang, menang."

"Kompetisinya memang tidak lagi ditentukan kami. Leverkusen tidak lagi merasa kami mengancam mereka. Kami yang harus disalahkan soal itu, tapi hal tersebut tidak melepaskan kewajiban kami untuk memberikan segalanya pada pertandingan besok," ungkap Tuchel.




(rin/nds)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads