Bayern: Selamatkan Raja Kami
Selasa, 28 Agu 2007 14:09 WIB
Jakarta - Tekel dalam sepakbola adalah hal lumrah. Namun kalau tekelnya cenderung kasar, apalagi jika diarahkan kepada rajanya Bayern Munich, pelatih Ottmar Hitzfeld pun mengecam.Untuk merebut bola dari kaki pemain lawan, tekel biasa dilakukan. Kalau sang lawan "licin" alias punya skill tinggi, tak jarang tekel keras menggunakan dua kaki --yang melanggar peraturan-- tak jarang jadi pilihan. 'Kalau tidak bisa menghentikan bola, hentikan orangnya saja', mungkin begitu pikiran si pelanggar saat ingin mencari pembenaran.Di Bundesliga tampaknya mulai banyak yang melakukan praktek-praktek tersebut. Hal itu diperkuat dengan pernyataan pelatih timnas Jerman Joachim Loew yang menyebut banyak pemain Liga Jerman yang tidak paham cara tekel yang benar. Jelas membahayakan karena pemain yang jadi korban bisa cedera parah, bahkan bisa sampai harus gantung sepatu.Buat kubu Bayern yang musim ini baru saja menobatkan Franck Ribery jadi raja lapangan, tentu saja mencuat kekhawatiran kalau-kalau sang raja terkapar usai "ditebas" kaki pemain lawan. Apalagi kini sosok playmaker Prancis itu jadi pemain kesayangan di kota Bavaria. Jangan heran kalau di depan Theatinerkirche yang ada di pusat kota Munich terpampang billboard raksasa bergambarkan Ribery memakai jubah raja, disertai tulisan "Bayern Hat Wieder Einen Konig" alias "Bavaria memiliki raja lagi".Ribery didapuk jadi pujaan bukan hanya karena kemampuan mencetak gol dan mengatur irama permainan, tetapi juga karena raja yang satu ini tidak sungkan menjadi "pelayan" buat rekan-rekannya melalui umpan-umpan menawan. Hasilnya? Lihatlah posisi Bayern yang tengah memuncaki klasemen Liga Jerman. Maka, melihat fenomena tekel kasar yang hadir di Liga Jerman, tak pelak Bayern pun kelimpungan. Pemain dengan kemampuan semacam Ribery pasti bakal jadi sasaran empuk. Ini sudah terlihat saat pemain 24 tahun itu kerap disasar pemain lawan ketika menghadapi Hannover akhir pekan lalu. "Franck tidak bisa dihentikan dengan cara biasa. Saya sedikit khawatir karena pemain seperti dia butuh perlindungan. Anda harus terus mengingatkan wasit agar senantiasa awas. Tiap pelanggaran yang terjadi tanpa niatan memenangkan bola harus dihukum. Saya pikir lawan bakal lebih bersikap keras lagi kepada (pemain) kami," keluh Hitzfeld seperti dilansir Sporting Life. (krs/a2s)











































