Tak terkalahkan di 13 pertandingan La Liga Primera plus surplus gol yang berjumlah 35 adalah torehan luar biasa El Barca musim ini. Lawan mereka pada duel panas nanti, Madrid, hingga pekan ke-14 ini sudah menelan empat kekalahan, yang tiga di antaranya diderita dalam empat laga terakhir.
Di Stefano mengakui penampilan gemilang skuad asuhan Pep Guardiola, menurutnya permainan El Barca sangatlah memukau dan merupakan sebuah tim yang solid. Tapi baginya, status unggulan yang melekat pada Los Cules justru akan menjadi beban tersendiri bagi mereka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka mencetak banyak gol tapi kadang kala kebobolan. Aku percaya mereka akan ketakutan Sabtu nanti karena ini adalah pertandingan dengan tanggung jawab yang besar, " sambungnya.
Mantan pesepakbola yang membela tiga negara -Argentina, Kolombia, Spanyol - ini mengatakan status underdog yang disandang timnya pada laga tersebut menjadi senjata rahasia Los Blancos untuk mengalahkan tuan rumah.
"Mereka mempunyai banyak pendukung, begitu juga kami, tapi sebagai tamu, kamu dapat mebuat mereka menderita," pungkasnya.
Presiden Kehormatan Madrid ini tidak segan untuk memuji pemain dari rival abadi 'Si Putih' tersebut. Baginya, kunci sukses Barca tidak lain adalah seorang Lionel Messi.
"Lionel Messi adalah pemain terbaik dunia nomor satu karena cara bermaiinya. Dia tidak hanya membuat peluang, tapi dapat menyelesaikannya juga. Aku berharap ia(Messi) ada di Real Madrid, " tandasnya.
El Saeta Rubia, julukan Di Stefano, tidak mau berkomentar tentang hasil akhir dari laga tersebut. Baginya menebak skor atau hasil akhir pun adalah sebuah pejudian, tapi ia mengharapkan Madrid dapat meraih hasil terbaik di game tersebut.
"Hasilnya tidak dapat diprediksi karena untuk itu, aku harus menjadi seorang peramal. Menebak skor pun seperti bermain lotere, tapi harapanku untuk Madrid tidak lain adalah menang, " ungkap pria berusia 82 tahun ini. (din/arp)










































