Pelatih yang memberi Los Blancos titel La Liga musim lalu dan Piala Super Spanyol ini harus menerima kenyataan pahit dipecat oleh manajemen klub pada 9 Desember lalu. Peforma buruk Madrid di awal musim ini menjadi faktor utama
mengapa Schuster diberhentikan.
Schuster saat ini bekerja sebagai komentator tamu di NHL (Liga Hoki di Amerika Serikat). Pernyataan mengenai susahnya menjadi pelatih di Santiago Bernabeau ia keluarkan saat sedang jeda pertandingan NHL.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ketika tim menang, tidak ada suatu kegembiraan. Yang ada hanyalah ketenangan, karena di Madrid, kamu diharuskan untuk menang setiap saat. Tapi aku tahu mengenai ini ketika dikontrak oleh mereka, aku tidak menyesal selama aku berada di sini," sambungnya.
Manajer yang sering dikritik akibat sikapnya yang dingin terhadap pers itu mengakui bahwa gayanya yang seperti itu adalah ciri khasnya. "Aku mau melakukan apa yang aku mau. Aku adalah aku dan tidak ada seorang pun yang bisa mengubahnnya sampai aku sendiri yang ingin mengubahnya."
Terakhir, ia berkomentar pula ketika ditanya soal masa depannya sebagai pelatih. Schuster yakin dengan curriculum vitae yang dia miliki, dia akan mendapat pekerjaan yang diinginkannya.
"Aku pikir aku akan meninggalkan Spanyol untuk beberapa tahun sebelum aku kembali. Aku yakin dengan masa depanku karena aku mempunyai catatan yang baik setelah memenangi beberapa gelar," tandas pelatih berjuluk 'Si Malaikat Pirang' ini.
"Aku masih menyempatkan diri untuk menonton sepakbola, tetapi tidak untuk melihat Real Madrid. Aku kehilangan banyak rambut selama melatih," canda Schuster seraya menutup wawancara itu.
(roz/roz)











































